StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 20 December 2001, 12:13:04 GMT+7
Saya barusan selesai ikut SEMINAR MENGENAI ABORSI,
dengan Pembicaranya : Dr. Kusuma.

Seharusnya saudara-saudara dan teman-teman bisa hadir sendiri di situ,
bisa mendengarkan sendiri dan bisa melihat video yg ditunjukkannya itu.

Dalam seminar itu, dijelaskan secara detil,
proses pertumbuhan dan perkembangan dari calon janin
sampai janin itu dilahirkan ...

Selain itu, juga ditampilkan secara detil proses ABORSI...
Janin yg awalnya hidupnya damai, tenteram,
dan kadang-kadang bergeliat manja di dalam perut ibunya,
sekejap mata terusik oleh peralatan-peralatan ABORTUS.

Di jaman sekarang, dunia kedokteran yg telah banyak mengalami
kemajuan, teknologi yg canggih, yg memungkinkan proses ABORTUS
itu berjalan singkat dan 'aman'.

TAPI BENARKAH PROSES ABORTUS ITU BERJALAN DENGAN 'AMAN'
DAN BIASA-BIASA SAJA ???

Ukh... seandainya saja kalau Anda bisa melihat sendiri jalannya
proses abortus itu...
Weukhjhh... mungkin Anda akan terkejut sekali, muntah-muntah atau
mungkin langsung pingsan. Bukannya saya ingin melebih-lebihkan,
tetapi itulah kenyataan yg ada, tangan-tangan yg melakukan ABORTUS
itu seakan-akan hanya mengeluarkan segumpal 'sampah'
dari perut seorang wanita.
DIOBOK-OBOK, DIHISAP, DIREMUK DAN DITARIK PAKSA KELUAR DAN
DIBUANG !

Saya bisa mengatakan seperti ini, karena dalam seminar itu,
ditayangkan video mengenai proses abortus secara detil...

Diawali dengan pelebaran lubang keluar janin sampai sekitar 1 cm
lebih, dengan alat obeng busi.
Setelah itu dimasukkan alat pengukur untuk mengukur kedalaman rahim.
Kemudian alat penyedot abortus dimasukkan ke dalam rahim.
Setelah masuk, alat penyedot dihidupkan, segala cairan dihisap ke
dalam selang, daging-daging yg masih lembek dan tulang-tulang kecil pun
tidak ketinggalan dihisap oleh alat tersebut.
Lewat layar monitor, walaupun gambarnya agak kabur, namun kita bisa melihat
dengan jelas, terjadi pemberontakan di dalam sana.
Janin itu terus saja bergerak ke sana kemari, berusaha membebaskan
diri, berusaha melarikan diri. (Tetapi ke mana lagi ia musti lari ???)

Walaupun sudah berusaha keras, tetap saja tidak mampu melawan kuatnya
hisapan alat penyedot tersebut. Dan akhirnya yg tertinggal hanyalah
bagian kepalanya saja (tengkorak).

Tahap terakhir dari proses ABORTUS adalah dimasukkannya TANG ABORTUS
ke dalam rahim. Tanpa kesulitan, kepala janin yg tersisa itu langsung
tertangkap oleh tang abortus itu, dan ... krek... kepala tsb langsung
diremukkan, trus ditarik keluar dari rahim ibunya.

Dan ini ada beberapa pesan yg disampaikan oleh Dr. Kusuma: (sejauh
saya bisa mengutipnya..)

Saudara-saudara sekalian, kita mungkin sering melihat
penganiayaan-penganiayaan
di jalan-jalan, korban senjata tajam, korban pemerkosaan, dll....
Pelakunya kita kecam dan kita cap tidak peri kemanusiaan sama sekali.
Pihak berwajib menangkap mereka dan menghukumnya...

TAPI BAGAIMANA TINDAKAN ABORTUS ???
BUKANKAH HAL INI JUGA SAMA SAJA????
Bahkan lebih parah lagi, yg merupakan korban di sini adalah
yg tidak berdaya, yg sangat lemah sekali, yg sangat membutuhkan
bantuan orang lain agar ia bisa hidup...
Tapi nyatanya dia diserang, diobok-obok, dan diremukkan.

Apakah janin itu menerima begitu saja ketika proses abortus itu
berlangsung?
TIDAK. Janin itu bergerak memberontaki, bahkan lewat monitor, kita
bisa melihatnya mulutnya yg selalu ternganga lebar-lebar,
BERTERIAK, JANIN ITU BERTERIAK MINTA TOLONG,
TETAPI SIAPAKAH YG BISA MENDENGARNYA, SIAPAKAH
YG MENOLONGNYA..... YANG ADA HANYA SEBUAH "SILENT SCREAMING"...
Kalau Anda sendiri yg menjadi janin itu, apakah yg akan/bisa Anda
lakukan?

Sungguh kasihan sekali janin itu, dia yg lemah, dia yg tidak tahu
apa-apa, dia yg tidak melakukan kesalahan apa-apa,
musti dilenyapkan kehidupannya... karena apa???
HANYA DEMI NAMA BAIK?
HANYA DEMI KEHORMATAN?
HANYA DEMI MARTABAT KELUARGA??
Sebuah nyawa musti dikorbankan...

Janin, sebuah jiwa, suatu kehidupan, sebuah karunia TUHAN Yang Maha
Besar, dihancurkan dengan begitu mudahnya oleh manusia.
Beginikah cara manusia mensyukuri apa yg telah Tuhan berikan???

Oleh karena itu, saudara-saudara, marilah kita semua mencegah dan
menghindari terjadinya aborsi. Adapun yg bisa kita lakukan adalah
menghindari seks pra-nikah, sehingga kita tidak perlu dihadapkan
pada pilihan aborsi. Dan mengingatkan rekan-rekan kita.

Apapun alasannya, aborsi tetap saja sebuah pembunuhan, suatu usaha yg
melawan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menciptakan makhluk
kesayangan-Nya.

Mungkin hanya inilah yg bisa saya sharing-kan kepada saudara sekalian.
Mohon maaf atas kata-kataku ini yg amburadul, kata-kata yg tidak
sempurna, kata-kata yg belum mampu menjelaskan betapa besar penderitaan yg
dialami oleh janin tsb.
Tapi kalau saja saudara bisa melihat sendiri, korban-korban aborsi itu,
'bangkai' janin-janin yg masih kecil, badannya yg masih tidak
karuan, yg membengkak biru kehitam-hitaman, jari-jari tangan dan
kakinya yg terputus dan terpencar-pencar itu..
Dan kalau saja bisa melihat langsung mata janin tsb:
mata yg sedih dan penuh penderitaan itu seakan-akan mengatakan:
"MAMA, MENGAPA ENGKAU MELAKUKAN HAL INI? APAKAH SALAHKU PADA MAMA?"


 Back To Previous Page ...