StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 20 July 2009, 10:11:11 GMT+7

Akar Kepahitan



Pembacaan Alkitab: Kejadian 27:30-41

30 Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu.
31 Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: "Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu, agar engkau memberkati aku."
32 Tatapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah engkau ini?" Sahutnya: "Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau."
33 Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: "Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati."
34 Sesudah Esau mendengar perkataan ayahnya itu, meraung-raunglah ia dengan sangat keras dalam kepedihan hatinya serta berkata kepada ayahnya: "Berkatilah aku ini juga, ya bapa!"
35 Jawab ayahnya: "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu."
36 Kata Esau: "Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?"
37 Lalu Ishak menjawab Esau: "Sesungguhnya telah kuangkat dia menjadi tuan atas engkau, dan segala saudaranya telah kuberikan kepadanya menjadi hambanya, dan telah kubekali dia dengan gandum dan anggur;
maka kepadamu, apa lagi yang dapat kuperbuat, ya anakku?"
38 Kata Esau kepada ayahnya: "Hanya berkat yang satu itukah yang ada padamu, ya bapa? Berkatilah aku ini juga, ya bapa!" Dan dengan suara keras menangislah Esau.
39 Lalu Ishak, ayahnya, menjawabnya: "Sesungguhnya tempat kediamanmu akan jauh dari tanah-tanah gemuk di bumi dan jauh dari embun dari langit di atas.
40 Engkau akan hidup dari pedangmu dan engkau akan menjadi hamba adikmu. Tetapi akan terjadi kelak, apabila engkau berusaha sungguh-sungguh, maka engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu."


RENUNGAN

Perusahaan tempatku bekerja selama lebih dari 21 tahun, baru-baru ini merombak organisasi. Saat semua perubahan selesai, aku ditempatkan di posisi baru. Seorang insinyur muda berpengalaman minim diberi pekerjaan yang aku sukai. Ketidak-adilan ini menumbuhkan akar pahit dalam diriku.

Bacaan Alkitab hari ini berkata "akar pahit" tumbuh dalam hati Esau setelah Yakub merampas hak kesulungan dan berkat yang seharusnya menjadi bagiannya. Akar pahit bertumbuh menjadi kebencian sehingga Esau berencana membunuh Yakub, saudara kandungnya.

Kepahitan melahap kita bak benalu melahap pohon inangnya. Jika kita mengabaikannya, kepahitan akan bertambah kuat, perkasa, dan mencekik buah kehidupan kita. Seperti benalu, akar-akarnya harus dibabat atau benalu akan tumbuh lagi.

Aku menemukan kebenaran yang menyakitkan ini: kepahitan lebih menyakitkan bagi orang yang memendamnya dibanding orang yang menjadi tujuan kepahitan itu. Aku menyadari bahwa kepahitan itu telah mencuri pekerjaanku, merusak hubunganku dengan Allah, dan bertentangan dengan kehendak-Nya.

Tetapi, saat kita menemukan akar kepahitan, Allah dapat menolong kita untuk mengampuni dan mencabut akar-akarnya.


Doa: "Jadikahlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh." [Mazmur 51:12]. Tolonglah kami mengampuni mereka yang menyakiti kami, dan agar bisa melepas kepahitan itu. Amin.

Pokok pikiran: Dengan pertolongan Allah, kita dapat mencabut akar-akar kepahitan dalam diri kita dan menciptakan ruang bagi sukacita.

Doa syafaat: yang menyimpan dendam.


SUMBER:
Terry Bowman (North Carolina, Amerika Serikat)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia Jakarta Indonesia


 Back To Previous Page ...