StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 05 October 2008, 17:00:00 GMT+7

Akar Segala Kejahatan Adalah Cinta Uang



"Apa yang dicari Orang ? Uang!
Apa yang dicari orang, siang, malam, pagi, petang ?
Uang, uang, uang bukan Tuhan Yesus"


Cuplikan lagu Sekolah Minggu tersebut sesungguhnya merepresentasikan sebuah fakta bahwa sebagian atau bahkan banyak orang telah menjadi gila uang!. Sesungguhnya uang pada dirinya sendiri tidak jahat atau tidak berdosa, tetapi sikap manusia terhadap uanglah yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa dan berbuat kejahatan demi uang.

Timotius pada jamannya juga harus menghadapi situasi yang memunculkan ajaran-ajaran yang tidak sehat, salah satunya adalah ajaran tentang uang. Bahwa uang harus direbut, diburu demi kepuasan dan kenikmatan hidup. Sikap cinta uang dan ingin kaya adalah persoalan serius dalam hidup manusia.

Seperti yang ditulis Timotius dalam suratnya:
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan, karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka" (1 Timotius 6:9-10).

Seperti dalam contoh kehidupan orang-orang kaya pada jamannya:
Pada tahun 1922 sembilan pengusaha paling berhasil di dunia mengadakan pertemuan di Chicago. Mereka adalah sekelompok ahli yang mempunyai kekuasaan besar untuk membuat uang. Baiklah kita mengamati keadaan beberapa pria itu 27 tahun kemudian:

- Charles Schwab (Presiden perusahaan baja terbesar) meninggal dalam keadaan bangkrut dan hidup dari uang pinjaman di tahun-tahun terakhir hidupnya.
- Samuel Insull (Presiden perusahaan Bahan Kebutuhan Pokok terbesar) meninggal sebagai buronan dan hidup melarat di negeri asing.
- Howard Hopson (Presiden perusahaan Gas terbesar) menderita sakit ingatan.
- Arthur Cutter (Spekulan gandum terbesar) meninggal di negeri asing dalam keadaan amat miskin.
- Richard Whitney (Presiden Bursa Saham New York) menyekap dalam tahanan di penjara Sing Sing.
- Albot Fall (seorang anggota Kabinet Presiden) diberi pengampunan dari penjara agar ia dapat meinggal di rumahnya.

Mereka semuanya tahu bagaimana menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, tetapi tidak seorang pun mengerti bagaimana seharusnya hidup. Tuhan mengatakan, "kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mamon".

Bagaimana dengan kehidupan kita sendiri pada saat ini ? Amin.


Sumber:
Warta Gereja GKI Kebayoran Baru
30 September 2007


 Back To Previous Page ...