StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 08 April 2012, 19:00:35 GMT+7

Allah Ikut Menangis



Pernahkah kita merasa kehilangan? Kehilangan bisa berarti banyak sekali, misalnya kehilangan keluarga, suami atau istri, kehilangan kesehatan, kehilangan pekerjaan, kehilangan uang atau barang yang kita sukai. Ya, tentunya kehilangan itu membuat kita menangis.

Dalam perjalanan mengikut Yesus, Yesus tidak menjanjikan kehidupan mengikut Yesus akan mulus, tidak ada kerikil tajam, tidak ada batu besar, tetapi Yesus berjanji bahwa Ia beserta kita, membantu melewati semua masalah.

Pada zaman Tuhan Yesus melayani, Yesus pernah ikut menangis. Waktu itu, Lazarus, saudara Marta dan Maria, sakit keras dan meninggal. Yesus mengetahui dan mendengar kabar tentang Lazarus yang sakit, akan tetapi Yesus tidak segera datang dan sempat diam selama beberapa hari lamanya di tempat Dia melayani. Apa alasannya? Karena Yesus ingin menyatakan mukjijatnya di tengah kematian Lazarus. Saat itu Lazarus sudah meninggal selama 4 hari dan bau.

Orang banyak menangisi kepergian Lazarus, termasuk Maria dan Marta. Waktu Maria menangis, Yesus sebagai manusia 100% dan Allah 100%, ikut menangis. Bukan hanya itu, waktu Yohanes Pembaptis dipenggal kepalanya, Yesus menangis.

Ini menunjukkan bahwa Allah peduli pada setiap permasalahan yang kita hadapi. Seperti lagu yang suka kita nyanyikan, "... Dia mengerti, Dia peduli, persoalan yang sedang terjadi...". Namun, semua masalah yang terjadi mendatangkan kebaikan bagi kita semua. Ketika kita ingin menangis karena beratnya beban kita, menangislah, Yesus juga ikut menangis bersama kita dan menghapus air mata kita di kirbatNya.

Allah ikut menangis bersama kita. Amin.


Sumber:
Warta Gereja Duta Injil no. 1004/XVI/08 April 2012


 Back To Previous Page ...