StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 29 March 2009, 23:10:06 GMT+7

Anak Manja



Pembacaan Alkitab: 1Raja 1:5-27
5Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: "Aku ini mau menjadi raja." Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya. 6Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: "Mengapa engkau berbuat begitu?" Iapun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom. 7Maka berundinglah ia dengan Yoab, anak Zeruya dan dengan imam Abyatar dan mereka menjadi pengikut dan pembantu Adonia. 8Tetapi imam Zadok dan Benaya bin Yoyada dan nabi Natan dan Simei dan Rei dan para pahlawan Daud tidak memihak kepada Adonia. 9Sesudah itu Adonia mempersembahkan domba, lembu dan ternak gemukan sebagai korban dekat batu Zohelet yang ada di samping En-Rogel, lalu mengundang semua saudaranya, anak-anak raja, dan semua orang Yehuda, pegawai-pegawai raja; 10tetapi nabi Natan dan Benaya dan para pahlawan dan Salomo, adiknya, tidak diundangnya. 11Lalu berkatalah Natan kepada Batsyeba, ibu Salomo: "Tidakkah engkau mendengar, bahwa Adonia anak Hagit, telah menjadi raja, sedang tuan kita Daud tidak mengetahuinya? 12Karena itu, baiklah kuberi nasihat kepadamu, supaya engkau dapat menyelamatkan nyawamu dan nyawa anakmu Salomo. 13Pergilah masuk menghadap raja Daud dan katakan kepadanya: Bukankah tuanku sendiri, ya rajaku, telah bersumpah kepada hambamu ini: Anakmu Salomo, akan menjadi raja sesudah aku dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku? Mengapakah sekarang Adonia menjadi raja? 14Dan selagi engkau berbicara di sana dengan raja, akupun akan masuk pula dan menyokong perkataanmu itu." 15Jadi masuklah Batsyeba menghadap raja ke dalam kamarnya. Waktu itu raja sudah sangat tua dan Abisag, gadis Sunem itu, melayani raja. 16Lalu Batsyeba berlutut dan sujud menyembah kepada raja. Raja bertanya: "Ada yang kauingini?" 17Lalu perempuan itu berkata kepadanya: "Tuanku sendiri telah bersumpah demi TUHAN, Allahmu, kepada hambamu ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan ia akan duduk di atas takhtaku. 18Tetapi sekarang, lihatlah, Adonia telah menjadi raja, sedang tuanku raja sendiri tidak mengetahuinya. 19Ia telah menyembelih banyak lembu, ternak gemukan dan domba, dan telah mengundang semua anak raja dan imam Abyatar dan Yoab, panglima itu, tetapi hambamu Salomo tidak diundangnya. 20Dan kepadamulah, ya tuanku raja, tertuju mata seluruh orang Israel, supaya engkau memberitahukan kepada mereka siapa yang akan duduk di atas takhta tuanku raja sesudah tuanku. 21Nanti aku ini dan anakku Salomo dituduh bersalah segera sesudah tuanku raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya." 22Selagi Batsyeba berbicara dengan raja, datanglah nabi Natan. 23Diberitahukan kepada raja: "Itu ada nabi Natan." Masuklah ia menghadap raja, lalu sujud menyembah kepada raja dengan mukanya sampai ke tanah. 24Natan berkata: "Ya tuanku raja, tuanku sendirilah rupa-rupanya yang telah berkata: Adonia akan menjadi raja sesudah aku dan ia akan duduk di atas takhtaku! 25Sebab pada hari ini ia telah menyembelih banyak lembu, ternak gemukan dan domba; ia mengundang semua anak raja, para panglima dan imam Abyatar, dan sesungguhnya mereka sedang makan minum di depannya sambil berseru: Hidup raja Adonia! 26Tetapi hambamu ini, dan imam Zadok dan Benaya bin Yoyada dan hambamu Salomo tidak diundangnya. 27Jika hal ini terjadi dari pihak tuanku raja, maka engkau tidak memberitahu hamba-hambamu ini, siapa yang akan duduk di atas takhta tuanku raja sesudah tuanku."


RENUNGAN

Pada masa kini pemukulan fisik terhadap anak-anak banyak ditentang. Baik oleh dunia pendidikan modern maupun oleh hukum di negara maju. Di Amerika, hal semacam ini bisa digolongkan sebagai penyiksaan anak. Sekalipun dengan maksud mendidik, jika ada yang melaporkan, maka orangtua yang memukul anaknya bisa dipenjara. Hak anak-anak memang harus dibela dan dilindungi. Akan tetapi, bersikap lunak dan permisif terhadap anak-anak juga ada bahayanya, yaitu bahaya pemanjaan.

Raja Daud punya pengalaman dua kali dikudeta oleh anak-anaknya sendiri, Absalom dan Adonia. Dalam banyak hal lain ia patut diteladani, tetapi tidak dalam hal mendidik anak. Ia terlampau memanjakan mereka. Bahkan dicatat di 1Raja-raja 1:6 bahwa ia tidak pernah menegur Adonia atas semua tindakannya yang salah. Baik Absalom maupun Adonia adalah anak-anak yang elok paras dan perawakannya. Namun, mereka juga adalah anak-anak manja. Sampai tiba saatnya mereka masing-masing justru berkhianat dan membuat kesepakatan untuk menjatuhkan ayahnya dari takhta. Pada waktunya, anak-anak manja akan mendatangkan bencana bagi keluarga dan dirinya sendiri.

Selalu ada alasan untuk memanjakan seorang anak. Entah karena ia anak semata wayang atau anak yang kelahirannya telah lama dinantikan. Entah karena elok parasnya atau justru karena ia memiliki kelemahan fisik yang menonjol. Bisa juga karena ia pernah sakit parah, tetapi sembuh kembali. Namun, apa pun alasannya, memanjakan mereka tetap salah. Mengasihi tidak sama dengan memanjakan. Kasih menegur, mendidik dengan "tongkat" -PAD


MENOLAK KEKERASAN TERHADAP ANAK
TIDAK BERARTI MENOLAK UNTUK BERSIKAP KERAS
DALAM MENDIDIK MEREKA



 Back To Previous Page ...