StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 26 April 2009, 21:56:21 GMT+7

Anda Serius?



Pembacaan Alkitab: Ibrani 12:4-11

4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.

5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak:

"Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah rang yang diakui-Nya sebagai anak."

7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?

8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati: kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?

10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang kita anggap baik, tetapi Dia mengajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.


RENUNGAN

Saat masih kecil, aku memahami disiplin sebagai kata yang buruk. Mengubah pandanganku adalah tantangan.

Aku dibesarkan dalam keluarga Kristen, tetapi aku baru mencari kehidupan kristiani sejati saat umurku 30 tahun dan setelah menghadapi krisis. Aku mulai membaca disiplin Kristen tentang doa, ibadah, studi Alkitab, dan meditasi. Kedengarannya masih bisa diikuti. Namun, saat aku membaca, bahwa puasa, ketenangan, kesederhanaan, ketaatan, dan pengakuan dosa dianggap membawa sukacita, aku pikir, Apakah Engkau memperolok-olokku?

Sepanjang waktu Allah dengan sabar mengajarku bahwa semua praktik ini membawaku lebih dekat kepada-Nya dan menguatkan jiwaku. Mereka membantuku untuk mengikuti suara Allah dan memahami kehendak-Nya bagiku. Mereka membantu aku keluar dari kegaduhan dunia sehinga aku dapat mendengar "suara sepoi-sepoi basa" [1 Raja-raja 19:12 Dan sesudah gempa itu datangalah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.]. Dan ya, mereka membawakanku sukacita seperti yang aku cari demi menapaki jalan Allah. Aku belajar bahwa dalam cinta Allah mengajari dan menguatkan kita sehingga mampu melakukan karya-Nya.

Kini, saat aku tergoda untuk malas mepraktikkan ajaran atau saat aku sadar bahwa aku telah melalaikan Allah, aku bertanya kepada diri sendiri, "Susan, apakah anda sungguh-sungguh berusaha mengenal Allah lebih baik?" Aku menginginkannya.


Doa: Allah sumber rakhmat, tolong kami agar mengalami kasih-Mu secara penuh sehingga kami bisa menerima ajaran dan sukacita-Mu. Amin.

Pokok pikiran: Apa yang membimbingku agar lebih dekat dengan Allah tiap hari.

Doa syafaat: Mereka yang memulai ajaran rohani yang baru.


SUMBER
Susan King (Texas)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia Jakarta Indonesia


 Back To Previous Page ...