StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 10 January 2009, 13:55:58 GMT+7

Anugerah Bagi Yang Mencarinya



Bacaan Alkitab: Efesus 3 : 1 - 12


RENUNGAN:

Perahu Keselamatan

Aku duduk menikmati senja dalam perahu keselamatanku yang sedang berlabuh. Kulihat Yesus di ruang kemudi, menatapku dan berkata :
"Lepaskan tambatan Perahumu dan biarkan Aku membawa engkau ke seberang. Bukan rencana-Ku untuk engkau yang tetap tertambat di sini."

Dengan takut, gelisah dan khawatir aku menjawab-Nya :
"Tuhan bukankah lebih baik aku tetap di sini. Aku tidak akan melihat topan, badai dan angin rebut. Dan aku dapat kembali ke darat kapanpun aku mau."

Lembut Yesus memegang tanganku, menatap mataku dan berkata :
"Memang di sini engkau tidak akan mengalami topan, badai dan angin rebut. Tapi engkau juga tidak akan pernah melihat Aku mengatasi semua itu. Engkau tidak akan melihat Aku berkuasa atas semuanya itu, karena Akulah Tuhan."

Dalam pergumulan yang berat, aku memandang tali yang mengikat perahuku. Di tali itu kulihat ada rasa khawatir akan keuangan, ajal, pekerjaan, pasangan hidup, dan lain-lain. Dalam hati aku bertanya : tahukah Ia akan apa yang aku inginkan. Mengertikah Ia akan apa yang kurindukan dan dambakan.

Yesus memelukku dan berbisik lembut, "Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yang kauinginkan, rindukan, dan dambakan, bahkan mungkin kebalikannya yang akan kau dapatkan, tapi maukah kau percaya bahwa :
rancangan-Ku adalah rancangan damai sejahtera, masa depan-Ku masa depan yang penuh harapan".

Ia memeluk dan menangis bersamaku, dengan berat aku melepaskan tali perahuku. Ku lepaskan semua rasa khawatir itu dari hatiku, kutaruh hak atas masa depanku di tangan-Nya. Aku tidak tahu bagaimana masa depanku, sambil menangis, aku menatap-Nya dan berkata :
"Jadilah nakhoda dalam perahuku dan marilah kita berlayar."

(Kumpulan Cerita Bijak karya Sumantri Hp.,SJ)


Jemaat Tuhan terkasih. Menapaki hari-hari di tahun yang baru ini, Tuhan pun menjanjikan bahwa anugerah senantiasa disediakan-Nya bagi kita yang sungguh mencari-Nya. Kiranya kitapun bersedia menyerahkan perahu keselamatan kita masing-masing dalam hidup ini ke dalam pimpinan-Nya.

Seorang Paulus telah lebih dahulu mengalaminya. Sungguh dia merasakan sebagai orang yang paling hina diantara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia (anugerah) Allah yang tak terhingga (ayat 8). Anugerah (kasih karunia) yang Allah sediakan bagi dirinya juga ketika melalui dirinya; Allah berkenan menyatakannya bagi semua orang termasuk bagi orang-orang bukan Yahudi.

Inilah rahasia Kristus yang dinyatakan bagi kita dan bagi semua orang yang bersedia menerima anugerah-Nya (kasih karunia-Nya). Selamat mengalami anugerah (kasih karunia) Allah dalam Tuhan kita Yesus Kristus di tahun yang baru ini dengan menjadi pribadi-pribadi yang sungguh mencari-Nya. Amin (WIT)



Sumber:
Warta GKI Kebayoran Baru
http://www.gkikb.or.id


 Back To Previous Page ...