StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 25 February 2009, 21:35:32 GMT+7

Apa Yang Keluar Dari Seseorang Itulah Yang Menajiskannya



Pembacaan Alkitab: Kej 2:4b-9; 15-17; Mrk 7:14-23;


RENUNGAN:

Apa yang keluar dari hati orang yaitu segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan, itulah yang membuat orang tidak sehat alias sakit, entah orang yang bersangkutan maupun mereka yang kena dampak dari kebejatan moralnya. Sebagai contoh orang sakit jiwa: ada orang menjadi pasien sakit jiwa karena kebejatan moral saudara-saudarinya atau mereka yang dekat dengannya, yang hidup bersama dengannya. Dengan kata lain sebenarnya yang telah menderita sakit duluan adalah mereka yang merasa sehat fisik, tetapi sakit hati, sakit jiwa atau sakit akal budi. Maka dalam rangka mengenangkan Hari Orang Sakit Sedunia ini marilah kita mawas diri: apakah kita sedang sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi atau sakit tubuh/phisik. Sakit tubuh atau phisik mungkin lebih mudah dirasakan atau dilihat tetapi penyakit lainnya lebih sulit dirasakan namun dapat dilihat melalui cara hidup atau cara bertindaknya, yaitu berupa bentuk kebejatan moral seperti disampaikan dalam Warta Gembira hari ini. Apakah kita berpikir jahat, cabul, mencuri, membunuh, berzinah, serakah, licik, iri hati, hujat, sombong dan bebal? Jika kita mederita sakit itu marilah berobat dan bertobat. Menyadari dan menghayati diri sebagai yang sedang sakit merupakan awal yang baik dan indah untuk proses penyembuhan atau pertobatan. Bukankah setiap kali berpartisipasi dalam ibadat Sabda atau Perayaan Ekaristi kita senantiasa mengawali bersama-sama dengan mengakui kelemahan dan dosa-dosa kita, antara lain dengan berdoa: "Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian?. Semoga pengakuan ini tidak hanya menjadi manis di mulut tetapi sungguh manis juga di hati, jiwa, akal budi dan tindakan".

Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." (Kej2:16-17), demikian perintah Allah kepada kita semua manusia. Pohon pengetahuan merupakan mitologi. Dalam kisah kitab Kejadian kita tahu bahwa ketika manusia mencoba makan pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat itu, mereka menjadi saling telanjang dan malu. Telanjang di sini kiranya dapat difahami secara harafiah tetapi juga suatu perumpamaan, yaitu berarti jujur dan terbuka. Rasanya banyak orang pada masa kini malu untuk bertindak jujur; demikian juga karena dosa-dosanya ketika melihat orang telanjang bulat atau setengah telanjang kemudian berpikiran jahat. Jika orang hidup dan bertindak jujur dimanapun dan kapanpun kiranya tidak akan menjadi malu ketika dalam keadaan telanjang. Dalam rumor atau percakapan rekreatif sehari-hari sering pohon pengetahuan tersebut dikaitkan dengan seks atau alat kelamin, maka larangan untuk makan pohon pengetahuan dapat berarti jangan menikmati seks atau berhubungan seks sebelum menjadi suami-isteri atau berzinah. Pengalaman menunjukkan mereka yang melanggar perintah Allah ini yaitu pergaulan seks bebas yang berakit dengan kehamilan dapat dikatakan mati/redup masa depan hidupnya. Maka dengan ini kami mengajak dan berpesan pada rekan muda-mudi untuk tidak bergaul seks bebas, demikian juga bagi siapapun untuk tidak berbuat zinah., jika mendambakan hidup sehat, damai sejahtera dan tidak sakit.

Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu (Mzm104:27-28, 29bc)

Jakarta, 11 Februari 2009
oleh Rm.I. Sumarya, S.J


 Back To Previous Page ...