StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 27 December 2008, 20:01:56 GMT+7

Apapun Yang Terjadi




Pembacaan Alkitab: Filipi 4:10-19

10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagiku.

11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.

12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.

15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan hutang piutang dengan aku selain dari pada kamu.

16 Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.

17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.

18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.

19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.


Ayat Renungan:
Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. (Filipi 4:11)


RENUNGAN

Irwin, burung parkit milik putriku, seumur hidupnya tinggal dalam sangkar, tidak tahu bahwa ia bisa saja hidup bebas seperti burung lainnya. Karena sayapnya cacat, Irwin tidak dapat terbang dan merasakan kebebasan. Namun, Irwin tetap mengisi hari-harinya dengan gembira. Di hari yang cerah dan hangat, saat jendela terbuka, kukira aku mendengar beberapa ekor burung berkicau di pohon. Ternyata itu Irwin, hanya sendirian, yang berkicau bagaikan paduan suara.

Seperti burung dalam sangkar, Rasul Paulus mengalami perderitaan dalam penjara dan berbagai cobaan lainnya. Namun surat-surat yang dia kirim ke jemaat mula-mula berabad-abad lalu masih menguatkan kita saat ini. Allah bekerja melalui Paulus dalam berbagai pecobaannya.

Kadang kita pun bisa seperti Paulus atau Irwin saat kita merasa terpenjara oleh keadaan. Kita bisa saja mengizinkan kesalahan memperbudak kita atau merasa bahwa masalah kesehatan, situasi keluarga, kehilangan pekerjaan, bisa mematahkan sayap kita.

Karena keterbatasan ini, kita tidak selalu dapat melakukan hal-hal sesuai keinginan kita. Namun hal ini dapat membawa kita jadi makin terbuka untuk mencari dan menaati kehendak Allah. Sikap dan tanggapan kita terhadap Allah adalah sebuah pilihan. Kita dapat memilih untuk puas dalam keadaan yang kita tidak mungkin diubah dan melayani-Nya dengan sukacita.


Doa: Tuhan, tolonglah kami untuk tahu bahwa Engkaulah sukacita dan kekuatan kami. Amin.
Pokok pikiran: Apa pun yang membelenggu, kami masih dapat bernyanyi.
Doa syafaat: Mereka yang berkecil hati.


Sumber:
Belinda Howard Smith (Texas)
Saat Teduh Jum'at, 28 September 2008
Saat Teduh BPK Gunung Mulia Jakarta Indonesia


 Back To Previous Page ...