StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 10 April 2004, 22:40:52 GMT+7
========================
+++ ENGLISH LANGUAGE +++
========================


The Apple Tree
==============

A long time ago, there was a huge apple tree. A little boy loved to come and
lay around it everyday. He climbed to the tree top, ate the apples, took a nap
under the shadow... He loved the tree and the tree loved to play with him.
Time went by... the little boy had grown up and he no longer played around
the tree everyday. One day, the boy came back to the tree and he looked sad.
"Come and play with me," the tree asked the boy. "I am no longer a kid, I
don't play around trees anymore." The boy replied,"I want toys. I need money
to buy them." "Sorry, but I don't have money...but you can pick all my apples
and sell them. So, you will have money." The boy was so excited. He grabbed all
the apples on the tree and left happily. The boy never came back after he picked
the apples. The tree was sad.

One day, the boy returned and the tree was so excited. "Come and play with me"
the tree said. "I don't have time to play. I have to work for my family. We need
a house for shelter. Can you help me?" "Sorry, but I don't have a house. But you
can chop off my branches to build your house." So the boy cut all the branches
off the tree and left happily. The tree was glad to see him happy but the boy
never came back since then. The tree was again lonely and sad.

One hot summer day, the boy returned and the tree was delighted. "Come and play
with me!" the tree said. "I am sad and getting old. I want to go sailing to relax
myself. Can you give me a boat?" "Use my trunk to build your boat. You can sail
far away and be happy." So the boy cut the tree trunk to make a boat. He went
sailing and never showed up for a long time. Finally, the boy returned after he
left for so many years. "Sorry, my boy But I don't have anything for you anymore
No more apples for you..." the tree said."I don't have teeth to bite" the boy
replied. "No more trunk for you to climb on" "I am too old for that now" the boy
said. "I really can't give you anything ... the only thing left is my dying roots"
the tree said with tears. "I don't need much now, just a place to rest. I am tired
after all these years." The boy replied. "Good! Old tree roots is the best place to
lean on and rest. Come, Come sit down with me and rest." The boy sat down and the
tree was glad and smiled with tears.......

This is a story of everyone. The tree is our parent. When we were young, we loved
to play with Mom and Dad... When we grown up, we left them, and only came to them
when we need something or when we are in trouble. No matter what, parents will
always be there and give everything they could to make you happy. You may think
that the boy is cruel to the tree but that's how all of us are treating our parents.




========================
+++ BAHASA INDONESIA +++
========================


Kisah Pohon Apel
================

Terkisahlah sebuah pohon apel yang besar dan perkasa. Ada seorang anak kecil
yang sangat suka datang dan bermain dengan pohon apel tersebut. Dia memanjat
hingga puncak pohon, memakan buah apel, tertidur di bawah pohon tersebut...
Dia sangat mencintai pohon apel tersebut dan pohon apel tersebut juga
mencintai anak tersebut.

Waktu berlalu...Anak kecil tersebut tumbuh dan tidak lagi pernah bermain
disekitar pohon apel tersebut. Pada suatu hari anak tersebut mengunjungi
pohon apel tersebut dan terlihat sangat sedih.
"Kemarilah dan bermain bersamaku", pohon tersebut berkata kepada sang anak.

"Saya sudah besar, dan saya tidak lagi bermain-main disekitar pohon lagi.".
Sang anak menyahut, "Saya sangat menginginkan sebuah boneka. Saya membutuhkan
uang untuk membelinya"

"Maaf, saya tidak punya uang....tapi kamu boleh memetik seluruh buah apelku,
jualah agar kamu memiliki uang.". Anak tersebut sangat gembira mendengarnya.
Dengan riang dia memetik seluruh buah apel tanpa sisa. Selanjutnya anak
tersebut tidak pernah lagi muncul.

Pohon apel tersebut menjadi sangat sedih karenanya.
Pada suatu hari, anak tersebut muncul lagi dan pohon apel tersebut sangat
bersuka cita melihatnya. "Kemarilah dan bermain bersamaku" pohon apel berkata
kepada anak tersebut.

"Saya tidak punya waktu untuk bermain. Saya harus bekerja untuk keluargaku.
Kami membutuhkan sebuah rumah untuk berteduh. Dapatkah kamu menolongku ?".
"Maaf, saya memang tidak memiliki rumah untuk kuberikan untukmu, tetapi
kamu boleh memotong dahan-dahanku untuk membuat rumah."

Dengan gembira anak itu memotong seluruh dahan pohon apel tidak bersisa.
Pohon apel merasa bahagia melihat kesukacitaan anak itu, tetapi anak itu
kembali pergi dan sejak saat itu tidak pernah lagi datang.

Pohon apel kembali sangat sedih.
Pada suatu siang yang panas, anak itu kembali dan pohon apel sangat gembira
menyambutnya.

"Kemarilah dan bermain bersamaku." Pohon apel berkata. "Saya sedang bersedih
dan sudah tua. Saya ingin sekali pergi berlayar untuk bersantai. Dapatkah kamu
menolongku ?".

"Gunakan kayuku untuk membuat perahu. Kamu dapat berlayar dan bergembira."
Anak tersebut menebang pohon tersebut dan menggunakan kayunya untuk membuat
perahu yang bagus. Dia pergi berlayar dan tidak pernah kembali dalam waktu
yang lama.

Akhirnya, anak itu kembali muncul setelah beberapa tahun. "Maafkan aku anakku.
Aku tidak punya apa-apa lagi untukmu. Tidak ada buah apel yang tersisa
untukmu..." Dengan sendu pohon apel berkata.
"Aku sudah tidak punya gigi untuk mengunyah" Anak itu menjawab.
"Aku sudah tidak ada kayu untuk engkau panjat" Pohon apel berkata.
"Saya sudah terlalu tua untuk memanjat pohon." anak itu menjawab.

"Saya benar-benar tidak memiliki apa-apa untuk membahagianmu, kecuali akar
tuaku." pohon apel berkata tanpa bisa mencegah deras air matanya.
"Saya tidak butuh apa-apa lagi sekarang, hanya tempat yang nyaman untuk
beristirahat. Saya sangat lelah setelah sekian lama." anak tersebut menjawab.
"Bagus ! akar tua-ku adalah tempat yang sangat baik untuk merebahkan badan
agar kamu bisa beristirahat. Mari...kemarilah..duduk diatas akarku dan
istirahatlah."
Dengan penuh kasih pohon itu berkata. Anak itu menuruti ajakan pohon apel dan
duduk beristirahat. Pohon apel sangat bahagia dan tersenyum, tanpa sadar pohon
apel menitikan air mata haru yang deras.

Ini adalah sebuah cerita untuk setiap orang. Pohon apel melambangkan orang tua
kita. Ketika kita masih kecil, kita sangat suka bermain bersama ayah dan ibu
kita. Ketika sudah tumbuh besar, kita meninggalkan mereka...Hanya datang
kembali kepada mereka pada saat membutuhkan pertolongan atau dalam
kesulitan/kesedihan. Apapun alasannya, ayah dan ibu kita akan selalu berada
disamping kita untuk memberikan segalanya untuk membuat kita bahagia. Anda
mungkin berpikir anak dalam cerita diatas sangat jahat dan tidak berperasaan,
tetapi begitulah yang lakukan terhadap kedua ayah dan ibu kita.



 Back To Previous Page ...