StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 19 April 2009, 22:52:11 GMT+7

Bantal Bagiku



Pembacaan Alkitab: Markus 4:35-41
Angin rebut diredakan

35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?" 39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"


RENUNGAN

Saat aku dan suamiku menikah, aku berharap langsung punya anak. Segera impian kami menjadi nyata. Dua anak lahir untuk kami, juga mengadopsi; dalam waktu lima tahun kami punya tiga anak berumur di bawah empat tahun! Aku diliputi syukur atas rakhmat ini.

Namun, aku juga sangat kewalahan dan kelelahan. Aku bertanya kepada diri sendiri, Bagaimana aku bisa membesarkan anak-anakku, mengurus rumah tangga, dan bekerja penuh waktu? Aku punya daftar pekerjaan tanpa akhir. Tiap malam aku tergeletak di tempat tidur, tanpa daya dan tidak yakin bagaimana aku dapat bangun di pagi hari dan memulai semuanya lagi dan lagi.

Seorang nenek bijak memanggilku, "Apakah anda ingat bahwa Yesus beristirahat?" tanyanya tenang. Ia mengingatkanku bahwa di antara berkhotbah dan mengajar, Yesus tidur saat Dia dan para murid-Nya berlayar menyeberangi Laut Galilea. [Markus 4:38 - Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam.]. Bahkan saat badai mengguncang perahu kecil mereka, Yesus beristirahat cukup. Yesus tidak absen dari tanggung jawab Dia merespons segera setelah para murid-Nya berteriak ketakutan tetapi Dia perlu waktu istirahat, percaya Tuhan beserta-Nya.

Kini aku berusaha menemukan saat pembaruan yang damai tiap hari. Selama masa ini, aku beristirahat, membisikkan doa, membaca, bahkan meletakkan kepalaku di bantal. Dalam keheningan, aku diingatkan bahwa aku mampu menghadapi tugas-tugas ke depan sebab Tuhan bersamaku.


Doa: Allah Pemelihara, tolonglah kami beristirahat dalam cinta-Mu dan diperbaharui oleh janji-Mu untuk bersama dengan kami selalu. Amin.

Pokok pikiran: Allah mengundang kita untuk beristirahat dan diperbaharui.

Doa syafaat: Para orang tua yang sibuk.


SUMBER
Susan J. Foster (Connecticut)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia Jakarta Indonesia


 Back To Previous Page ...