StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 06 September 2009, 20:47:16 GMT+7

Batas Umur



Bacaan: Yakobus 4:13-17

RENUNGAN
Tuhan sudah memanggil Mbak Suryati pulang. Ke tempat yang tak kenal duka atau air mata. Keluh atau sakit. Pergulatannya dengan kanker yang tanpa ampun menyerangnya dalam bulan-bulan terakhir, telah usai. Segala perih dan sakit yang menyiksa sudah tidak ada lagi. Empat puluh tiga tahun Tuhan memberinya waktu. Sepertinya kurang lama, begitu mungkin keluarga dan kerabat merasa. Namun Tuhan bilang, ia sudah menamatkan tugasnya.

Bagi setiap pribadi, Allah telah menetapkan batas umur. Itu sebabnya Yakobus mengingatkan, alangkah baiknya jika kita menyandarkan setiap hari pada kemurahan-Nya. Dan, apabila Tuhan masih menghendaki kita hidup pada hari ini, itu tandanya kita mesti bekerja bagi-Nya. Melakukan "ini dan itu" yang Allah rancang-tugaskan bagi kita (ayat 15). Jika tidak, maka kita berdosa. Sebab, menyia-nyiakan "masa hidup" yang Tuhan tetapkan berarti kita seperti orang yang tahu bagaimana harus berbuat baik, tetapi tidak melakukannya (ayat 17).

Memandangi tanah yang diurukkan ke atas peti jenazah Mbak Suryanti, saya bertanya-tanya, "Tuhan, seberapa batas umur yang Engkau tetapkan ketika mencipta saya? Jika waktunya tak banyak lagi, adakah saya sudah melakukan 'ini dan itu' yang Tuhan kehendaki untuk saya lakukan?" Mbak Suryanti telah menjadi pribadi yang berhasil. Membesarkan dua putra menjadi anak Tuhan yang setia, menjadi saksi bahkan di tengah sakit, dan terus mempertahankan iman dan kasih kepada Tuhan hingga waktunya berakhir. Kita tidak pernah tahu batas umur kita, tetapi tentunya kita dapat mencari tahu "ini itu" yang mesti kita lakukan, selagi masih ada waktu -AW


SEBAB TAK KUTAHU BATAS UMURKU
TAK KAN KUBUANG WAKTU UNTUK MENCINTAI TUHANKU



 Back To Previous Page ...