StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 25 January 2009, 21:52:03 GMT+7

Beban Kepahitan



Pembacaan Alkitab: Efesus 4:25 - 5:2

4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. 26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu, 27 dan janganlah beri kesempatan kepada iblis.

28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

30 Dan janganlah kamu mendukakan hati Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.

31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.


RENUNGAN

Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. (Ibrani 12:15)

Dua puluh tahun lalu pohon cemara di halaman depan rumah kami masih kecil sehingga di sekelilingnya perlu ditaruh batu untuk menjaganya agar tidak terinjak. Sekarang pohon itu sudah cukup besar untuk menaungi rumah kami. Namun, selama badai musim dingin, ranting-ranting bawah pohon cemara itu sampai menyentuh tanah karena beban salju dan es.

Pohon itu merupakan gambaran orang Kristen yang pernah kualami. Bertahun-tahun aku membiarkan menanggung beban perlakuan kejam saat kecil, dan kematian ibu saat aku masih SMA, melemahkanku untuk bertumbuh dalam iman. Aku membiarkan kemarahan bertumbuh menjadi kepahitan. Bukannya menyembah Allah yang mengizinkan cobaan demi kebaikan, melainkan aku meragukan kebaikan Bapa di surga.

Saat matahari menyinari cemara dan mencairkan salju di atasnya, pohon kami kembali tegak. Namun tidak seperti pohon, kita dapat memilihi cara menghadapi kepahitan, atau mengizinkan kasih Allah mencairkannya sehingga kita dapat berdiri tegak. Kepahitan dapat merampas pengetahuan kita akan keberadaan Allah. Tetap terbuka kepada Allah dan mempercayai kasih-Nya yang tidak pernah berakhir memberi kita kekuatan dan kebahagiaan.


Doa: Bapa sorgawi, bebaskanlah kami dari segala bentuk kepahitan yang tinggal dalam hati kami. Amin.

Pokok pikiran: Allah menawarkan kita kelegaan dari kepahitan.

Doa syafaat: Seseorang yang dipenuhi dengan kepahitan.


Sumber:
Teresa Dickhoner (Ohio)
Saat Teduh Jum'at; 23 Januari 2009
Saat Teduh BPK Gunung Mulia - Jakarta Indonesia


 Back To Previous Page ...