StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 02 November 2008, 20:42:02 GMT+7

Bejana Tanah Liat



Yoshua adalah seorang penasehat raja yang sangat bijaksana. Namun wajahnya sangat buruk. Suatu hari, anak perempuan raja, yang sangat iri karena Yoshua mendapat lebih banyak perhatian dari ayahnya daripada dia, mencoba menghina dia. Maka dengan mengejek, gadis itu bertanya kepadanya, "Jika engkau memang bijaksana, tolong beritahu saya mengapa Allah memilih menyimpan begitu banyak kebijaksanaan di dalam bejana yang sedemikian sederhana." Yoshua kemudian bertanya kepadanya, "Apakah ayahmu mempunyai anggur?"

"Saya kira setiap orang di dunia tahu bahwa ayah saya memiliki banyak anggur terbaik. Betapa bodohnya pertanyaan itu?"

"Tapi di mana dia menyimpan anggurnya?" tanya Yoshua.

"Lho? Tentu saja di bejana tanah liat," jawab gadis itu dengan cepat.

"Tanah liat!" Yoshua tertawa terbahak-bahak sampai gadis itu berteriak kepadanya dengan marah.

"Maaf, " kata Yoshua, "tapi saya terkejut bahwa orang seagung ayahmu menggunakan bahan yang sederhana itu. Petani pun menyimpan anggurnya di bejana tanah liat. Saya harap anggur istana disimpan di dalam sesuatu yang lebih istimewa, seperti bejana perak atau emas." Dia membungkuk dan meninggalkan perempuan muda itu.

Dengan cepat, putri raja itu pergi ke tempat penyimpanan anggur dan memberi tahu pelayan agar memindahkan anggur itu ke dalam bejana emas atau perak. Tak lama sesudah itu, raja menjamu banyak orang dan memberikan anggur terbaiknya. Para tamu itu menghirup anggur dan wajah mereka berkerut. Anggur itu telah terasa asam. Raja menjadi sangat marah dan memanggil pelayannya untuk meminta penjelasan, yang segera didapatnya. Putri raja segera mendapat teguran keras.

Setelah perjamuan itu, putri raja pergi ke kamar Yoshua dan berteriak, "Mengapa engkau menipu saya sehingga saya memindahkan anggur dari bejana tanah liat ke dalam bejana perak dan emas."

"Saya sungguh menyesal nak," kata Yoshua, "tapi mungkin engkau mulai bisa mengerti sekarang mengapa Allah lebih suka meletakkan kebijaksanaannya di dalam tempat-tempat yang sederhana. Kebijaksanaan itu seperti anggur, disimpan di dalam bejana sederhana."


 Back To Previous Page ...