StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 05 July 2009, 22:46:32 GMT+7

Benar-Benar Matang



Pembacaan Alkitab: Yesaya 40:27-31

27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”

28 Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah yang kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,

31 tetaapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


RENUNGAN

Tiap tahun hal itu terjadi. Aku menunggu dan terus menunggu dan terus memperhatikan pohon berry hitamku, menyaksikan bunganya yang putih berubah menjadi hijau, lalu merah, dan akhirnya beubah menjadi berry hitam yang begitu lezat.

Aku tidak sabar menunggu buah siap dipanen, maka panen pertama biasanya aku petik terlalu cepat. Hasilnya: buah tidak terlalu manis. Segera aku ingat cara memanen berry hitam. Jika benar-benar matang, disentuh lembut saja, buah itu jatuh ke tanganku.

Buah berry hitam mengingatkanku bahwa Allah tahu waktu yang tepat bagi segala yang akan terjadi dalam hidupku. Baru-baru ini aku merasakan ini ketika aku frustrasi akan pekerjaanku. Aku tergoda untuk mengeluh atau menyerah. Aku mau bebas, karena merasa tidak berdaya. Tetapi, menanti waktu Allah berarti belajar bersabar dengan teman kerja yang keterlaluan. Menunggu berarti percaya bahwa Allah dapat meningkatkan penghasilanku. Saat menanti, aku melihat Allah memakai keadaan yang membuat frustrasi ini menjadi buah termanis dalam hidupku.

Memaksa segala sesuatu menjadi cara yang pasti, sama dengan memetik buah strawberry terlalu awal. Sebaliknya, jika kita sabar bertekun, kita tidak dipenuhi oleh keinginan kita dan lebih berfokuspada buah manis yang akan matang di waktu yang Allah tentukan.


Doa: Tuhan, ajar kami bersabar saat sesuatu tidak berjalan seperti yang kita kehendaki. Tolonglah kami menunggu dengan iman di dalam Dikau. Amin.

Pokok pikiran: Waktu Allah adalah sempurna.

Doa syafaat: Mereka yang kehilangan semangat saat menunggu.


SUMBER
Dolly Dickinson (North Carolina, Amerika Serikat)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia


 Back To Previous Page ...