Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 09 July 2001, 21:42:38 GMT+7
DENGAN SIAPA AKU BERBAGI KASIH YESUS

Di ruangan itu........
Antara sadar dan tidak, aku merasa berada dalam suatu ruangan.
Tak ada hal yang menarik disana, kecuali pada salah satu dindingnya,
terdapat lemari dengan laci-laci kecil, membentang dari lantai
sampai langit-langit.

Tiap-tiap laci berisi catatan-catatan sesuai dengan judul pada tiap-tiap
laci. Kudekati salah satu laci yang bertuliskan "Gadis-gadis yang kusukai"
Kubuka laci tersebut dan mulai membaca catatan-catatan yang ada
didalamnya.

Aku terkejut, kututup laci tersebut, ...........
Aku mengenal semua nama yang tertulis disana.........

Kini aku sadar, dimana aku berada.........
Ruangan dengan catatan-catatan yang ada di dalamnya merupakan ruang
penyimpanan data kehidupanku......
Semua hal dalam hidupku tercatat secara terperinci disana.

Heran, penasaran, dan takut berbaur menjadi satu.
Ku buka laci demi laci secara acak, 'ku baca tiap catatan yang ada di
dalamnya. Beberapa catatan memberikan sukacita dan kenangan
manis, ada pula yang membuat aku malu, bahkan kecewa
terhadap diriku sendiri.
Berbagai catatan mengenai kehidupanku ada disana,
ada catatan yang berjudul "Teman-teman", dan disebelahnya terdapat juga
catatan yang berjudul "Teman-teman yang aku khianati".
Catatan-catatan itu memiliki bermacam-macam judul, mulai dari yang biasa-biasa
saja sampai yang bagiku cukup 'aneh', "Buku-buku yang aku baca",
"Kebohongan yang pernah aku ucapkan", sampai kepada "Hal-hal yang telah aku
lakukan ketika marah", dan masih banyak lagi........

Aku tak henti-hentinya merasa heran dengan apa yang tertulis
didalamnya.
Sering kutemui begitu banyak catatan, lebih banyak dari yang
kuharapkan.
Sering pula aku berharap catatan yang kubaca
berisi lebih banyak data. Catatan ini merupakan sejarah kehidupanku
secara terperinci.

Mungkinkah aku memiliki cukup waktu untuk membuat semua catatan ini ?

Kartu-kartu ucapan ini begitu banyak, ribuan bahkan jutaan catatan
ada di dalamnya. Semuanya benar, dibuat dengan tulisan tanganku, bahkan
ada tandatanganku pada setiap kartu.
Tiba-tiba aku tersentak, "Catatan-catatan ini tidak boleh dilihat orang
lain, tak seorangpun.......!" Aku harus menghancurkan catatan-catatan
ini.

Aku mencoba mengeluarkan kartu-kartu ini dari lacinya, namun
tiap-tiap kartu seolah melekat erat pada lacinya..........
Aku berusaha sekuat tenaga, kucoba merobek catatan tersebut,
namun kertas itu begitu keras, sekuat baja, aku tak dapat
merobeknya.

Tak berdaya, .......... aku mengembalikan laci-laci itu
ketempatnya.
Kusandarkan kepalaku ke dinding, malu, marah, kecewa, dan putus asa
berbaur menjadi satu. Lalu aku melihat sebuah laci, judulnya
"Orang-orang Dengan Siapa Aku Berbagi Kasih Yesus".
Kubuka laci itu, .....sangat ringan...., ringan sekali...........,
isinyapun hanya sedikit, bahkan dapat kuhitung dengan sebelah
tangan.

Air mataku mulai bercucuran, aku menangis tersedu-sedu..........
Aku terjatuh, berlutut, dan menangis, airmata mengaburkan
pandanganku....... Aku malu.............., sangat malu...........,
aku malu melihat perjalanan hidupku........ Tidak ! Tak seorangpun
boleh memasuki ruangan ini........, rintihku.......

Tiba-tiba aku melihat Yesus berdiri dihadapanku.............
Aku tertunduk, tak sanggup berhadapan dengan Dia dalam keadaan
seperti ini...

Ia berjalan menghampiri laci-laci tersebut dan membaca catatan
didalamnya......Aku tak sanggup memandang wajahNya, aku takut....

Ketika aku beradu pandang denganNya........ Kulihat kesedihan yang
sangat dalam di mataNya....... Jauh lebih dalam dari yang mampu aku
rasakan.......
Ya Tuhan........ Mengapa Engkau harus membaca semua itu....???

Setelah selesai membaca semuanya, Ia menghampiri aku.......
Tampak penyesalan diwajah-Nya.......aku tak sanggup memandang-Nya.
Kutundukkan kepalaku dan menangis dengan sedih, aku ........orang
yang berdosa....... Kemudian ......Yesus merangkul aku, tanpa
kata......., Ia turut menangis bersamaku.....

Tiba-tiba Ia berdiri, menghampiri laci-laci itu dan mengeluarkan
semua catatan itu........ Satu-persatu dikeluarkan-Nya catatan itu, Ia
tersenyum, sebuah senyuman pilu...... Lalu Ia mulai membubuhkan
tandatangan-Nya di atas namaku. Tidak !!!! Yesus terlalu suci untuk
membubuhkan nama-Nya diatas dosaku.

Kucoba merebut catatan-catatan itu............ Lalu kulihat
nama-Nya, menutupi namaku dan tanda tanganku .........
Nama Yesus tertera disana, dengan tinta merah......, tebal dan
tampak hidup........ Tidak,.... Itu bukan tinta......., itu darah
Yesus..........

Kemudian Ia menghampiri aku, meletakkan tangan-Nya di pundakku dan
berkata "Sudah Selesai"
Yesus membantuku berdiri, menuntunku keluar ruangan itu.......
Ruangan itu terbuka, tak ada kunci disana.........
Yang tinggal hanyalah kartu-kartu kosong yang masih harus ku
isi.....

God Bless us..............

JESUS KNOWS ALL YOUR FAULTS BUT HE STILL LOVE YOU ANYWAY !!!!
HIS LOVE FOR YOU IS SO PERFECT



 Back To Previous Page ...