StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 20 July 2009, 10:11:10 GMT+7

Berlindung Pada Allah



Pembacaan Alkitab: MAZMUR 57

1Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam Dari Daud, ketika ia lari dari pada Saul, ke dalam gua.

(57-2) Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.

2(57-3) Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.

3(57-4) Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku. Sela Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya.

4(57-5) Aku terbaring di tengah-tengah singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah, dan lidahnya laksana pedang tajam.

5(57-6) Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!

6(57-7) Mereka memasang jaring terhadap langkah-langkahku, ditundukkannya jiwaku, mereka menggali lobang di depanku, tetapi mereka sendiri jatuh ke dalamnya. Sela

7(57-8) Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.

8(57-9) Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar!

9(57-10) Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa;

10(57-11) sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.

11(57-12) Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!


RENUNGAN
Mungkin kita sudah sering mendengar khotbah bahwa satu-satunya pertolongan bagi kita adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Namun apakah Anda sungguh-sungguh merasa demikian? Daud merasakannya.

Saul, raja Israel pada waktu itu, memburu Daud seakan-akan Daud adalah buronan kriminal yang membahayakan. Tanpa alasan yang obyektif, Saul mengejar-ngejar Daud. Bayangkan perasaan Daud. Menghadapi penguasa dengan bala tentara yang dapat dikerahkan kapan saja, apa yang bisa Daud lakukan? Ia hanya bisa melarikan diri ke bukit-bukit dan bersembunyi di dalam gua. Situasi yang dihadapi Daud, membuat ia merasa bagai berada di tengah-tengah singa buas yang tak kenal ampun (ayat 5). Musuh berusaha menjerat Daud, bagai seekor hewan buruan (ayat 7). Walau demikian, meski ter-sudut Daud tidak merasa berhadapan dengan jalan buntu. Meski dikelilingi musuh, Daud merasa tenang karena masih ada Allah yang menjadi tempat pengaduan dan perlindungan bagi dia. Bagai sayap induk ayam yang menjadi tempat nyaman bagi anak-anak ayam untuk berlindung, begitulah Daud menganggap Allah sebagai tempat perlindungan terpercaya. Sebab itu Daud berseru-seru memohon belas kasihan Allah (ayat 2-4). Bila Allah berbelas kasihan, maka Allah akan menolong dan melindungi dia. Dan bila itu terjadi, bisa saja orang-orang yang berusaha menjebak dia akan jatuh ke dalam jerat yang mereka pasang sendiri (ayat 7). Menyadari kasih Allah yang begitu besar, Daud memuji-muji Tuhan (ayat 8-12).

Orang jahat memang tidak akan berjaya selamanya. Kejahatan mereka pun bukan tanpa akhir. Malah bukan tidak mungkin bila kejahatan mereka akan menjadi bumerang bagi diri mereka sendiri. Maka bila kita menghadapi orang yang menjahati kita tanpa kita tahu alasannya, tak perlu berniat membalas dendam. Sebagai orang beriman, kita hanya perlu berlindung pada Allah, yang Maha Adil. Ia akan menaungi orang-orang yang mencari Dia. Ia akan menjadi perisai bagi orang-orang yang bergantung pada kuasa-Nya.


 Back To Previous Page ...