StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 21 June 2009, 20:49:16 GMT+7

Berlomba Lari



Pembacaan Alkitab: Filipi 3:10-16

10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

11 supaya aku akhrinya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

12 Bukan seolah-olah aku memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun ditangkap oleh Kristus Yesus.

13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal ini aka ndinyatakan Allah dalam Kristus Yesus.

16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.


RENUNGAN

Ketika tinggal di Colorado Springs, adik lelakiku, Art, ambil bagian dalam lomba lari yang diadakan setiap tahun dengan jarak "hanya" 26 km. Suatu kali, Ruth, putrid Art yang berusia 13 tahun, memutusakan untuk ikut. Tetapi, di tengah perlombaan Ruth berkata, "Ayah, aku keluar. Aku tidak dapat meneruskannya." Art menyemangatinya dan menawarkan, "Apakah kau mau berlari, jika aku berlari nersamamu?"

"Ya, aku akan coba," jawab Ruth. Jadi, Ketika pelari lainnya sedang mendaki gunung, Art dan Ruth sedang berjuang keras untuk maju. Pada jarak 9, 18, 22, dan 24 km mereka masih bertahan. Ketika Akhirnya tiba di garis finish, Ruth rebah ke tanah karena kecapaian, tetapi dengan gembiara berkata, "Ayah, menurutku baru kali ini aku merasa dekat dengan ayah."

Beberapa tahun kemudian, Art meninggal setelah dua tahun berjuang melawan luka akibat kecelakaan. Tetapi, aku tahu ia tidak berlari sendirian pada "perlombaan" ini. Allah berlari bersamanya saat ia berjuang mencapai "puncak gunung", dan aku tahu Art benar-benar dekat dengan Bapa Surgawi kita saat ada di garis finish.

Pada saat kita berjuang dengan hidup dan merasa tidak kuat lagi, kita menemukan bahwa Allah sedang berlari bersama kita. Allah dapat memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukan sesuatu yang menurut kita mustahil.


Doa:
Allah Pengasih, saat takut dan kecil hati, tolonglah kami mengingat bahwa kami tidak sendirian. Kami bersyukur atas kehadiran-Mu tiap saat. Amin.

Pokok pikiran:
Saat kita memanggil Allah untuk memohon kekuatan, hal mustahil menjadi mungkin.

Doa syafaat:
Mereka yang memulihkan luka akibat kecelakaan.


SUMBER
Saat Teduh BPK Gunung Mulia Jakarta Indonesia


 Back To Previous Page ...