StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 07 June 2009, 23:46:18 GMT+7

Biarkan Pergi



Pembacaan Alkitab: Lukas 12:22-26

Hal kekuatiran
22 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

23 Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.

24 Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lambung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!

25 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?

26 Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain.



RENUNGAN
Aku sedang duduk di gereja pada suatu Minggu pagi, berpikir tentang semua pekerjaan yang harus kulakukan. Meskipun aku senang berada di gereja, aku tidak dapat menyingkirkan pikiran yang mengganggu ini dari kepalaku. Aku mendapat pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan takut kalau-kalau ada pekerjaan tambahan yang harus segera diselesaikan dan takut kalau-kalau ada pekerjaan tambahan yang harus aku lakukan pada minggu-minggu berikutnya. Aku berusaha mengatakan kepada diriku sendiri bahwa tidak perlu aku memikirkan saat ini, aku dapat memikirkannya esok hari. Aku bergumul untuk menyerahkannya kepada Allah dan menemukan kelegaan.

Akhirnya, sebuah ayat Alkitab muncul di benakku saat aku duduk, "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri." [Matus 6:34]. Aku menyadari telah dirasuki oleh perasaanku tentang tanggung jawab dan kepentingan diri sendiri. Akhirnya, aku mengerti bahwa aku tidak terkendali dan bahwa Allah akan menolongku untuk mengatasi pekerjaanku pada saat yang tepat. Dengan menyerahkan perrhatianku, aku dapat membiarkan Allah mengurusnya sehingga aku dapat beribadah dengan sepenuh hati "dalam roh dan kebenaran." [Yohanes 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.].


Doa: Allah terkasih, kami membutuhkan bantuan-Mu untuk berhadapan dengan pergumulan dan ketakutan kami sehari-hari. Kami memohon pembaruan atas iman kami kepada-Mu dan ketekunan dalam menanggulangi tantangan yang kami hadapi. Amin.


Pokok pikiran: Kita dapat menyerahkan kekhawaitiran kita kepada Allah dan tahu bahwa Allah akan selalu memperhatikan kita.


Doa syafaat: Mereka yang menghadapi pekerjaan yang terlalu banyak.


SUMBER
Doug Brown (Illionis, Amerika Serikat)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia Jakarta Indonesia


 Back To Previous Page ...