Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 18 April 2004, 21:17:02 GMT+7
========================
+++ ENGLISH LANGUAGE +++
========================


Louise Redden, a poorly dressed lady with a look of defeat on her face, walked
into a grocery store. She approached the owner of the store in a most humble
manner and asked if he would let her charge a few groceries. She softly explained
that her husband was very ill and unable to work, they had seven children and
they needed food. John Longhouse, the grocer, scoffed at her and requested
that she leave his store. Visualizing the family needs, she said, "Please, sir!
I will bring you the money just as soon as I can." John told her he could not
give her credit, as she did not have a charge account at his store. Standing
beside the counter was a customer who overheard the conversation between the two.
The customer walked forward and told the grocer that he would stand good for
whatever she needed for her family.

The merchant said in a very reluctant voice, "Do you have a grocery list?"
Louise replied, "Yes sir." "Okay" he said, "put your grocery list on the scales
and whatever your list weighs, I will equal the amount in groceries." Louise,
hesitated a moment with a bowed head, then reached into her purse and took out
a piece of paper and scribbled something it. She laid the piece of paper on the
scale carefully with her head still bowed. The eyes of John Longhouse and the
customer showed amazement when the scales went down and stayed down. The grocer,
staring at the scales, turned slowly to the customer and said begrudgingly,
"I can’t believe it." The customer smiled and Longhouse started putting
the groceries on the other side of the scales. The scale did not balance so
he continued to put more and more groceries on them until the scales would hold
no more. The grocer stood there in utter disgust. Finally, he grabbed the piece
of paper from the scales and looked at it with greater amazement. It was not a
grocery list, it was a prayer which said: "Dear Lord, you know my needs and I
am leaving this in your hands." Longhouse gave her the groceries that he had
gathered and stood in stunned silence. Louise thanked him and left the store.
The customer handed a fifty-dollar bill to the proprietor as he said,
"It was worth every penny of it." It was sometime later that John Longhouse
discovered the scales had somehow broken. In this one case the weight of a prayer
was a little less than 25-pounds.





========================
+++ BAHASA INDONESIA +++
========================


BERAPA BESAR BOBOT SEBUAH DOA?

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal,masuk ke
dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa
yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa
suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja.
Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.John
Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar.

Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan
tentang keluarganya. "Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera
membayar setelah aku punya uang."

John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.
"Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,"
alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari
awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: "Saya
akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini." Karena malu, si pemilik toko
akhirnya mengatakan, " Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan
memberikannya dengan gratis. "Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?"

"Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas
kumal.
" Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan,dan saya
akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat
timbangan tersebut."

Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan
kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu
dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si
pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat kebawah. Ia
menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap
kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat."

Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum.
Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan
disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan
tersebut pada sisi timbangan yang lain. JArum timbangan tidak kunjung
berimbang,sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan
sipemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi. Si
Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak
tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar
belanja si Ibu kumal tadi.

Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa
pendek:
"Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya
ke dalam tanganMu."

Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise,berterimakasih
kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan
baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si Pemilik
Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut
ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

"... Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena
engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam
perkataanmu,dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam
kesucianmu" -- 1 Tim 4:12



 Back To Previous Page ...