StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 13 July 2009, 21:37:05 GMT+7

Bukan Soal Keturunan



Pembacaan Alkitab: 2Samuel 13:30-39
30Mereka masih di tengah jalan, ketika kabar sampai kepada Daud, demikian: "Absalom telah membunuh semua anak raja, tidak ada seorangpun dari mereka yang lolos." 31Lalu bangunlah raja, dikoyakkannya pakaiannya dan berbaring di lantai, dan semua pegawainya yang hadir padanya mengoyakkan pakaian mereka. 32Maka berbicaralah Yonadab, anak Simea, kakak Daud, katanya: "Janganlah tuanku menyangka, bahwa semua orang muda anak-anak raja itu, telah dibunuh. Hanya Amnon yang mati, sebab hal itu telah terlihat pada air muka Absalom, sejak Amnon memperkosa Tamar, adiknya. 33Jadi, janganlah tuanku raja menaruh pikiran dalam hatinya, bahwa semua anak raja itu sudah mati, sebab hanya Amnon yang mati." 34Absalom melarikan diri. Ketika orang yang berjaga-jaga melayangkan pandangnya, maka terlihatlah olehnya sejumlah besar orang datang dari jurusan Horonaim, sepanjang sisi pegunungan. 35Berkatalah Yonadab kepada raja: "Lihat, anak-anak raja datang! Benar seperti kata hambamu ini." 36Baru saja ia habis berkata, datanglah anak-anak raja itu. Mereka menangis dengan suara nyaring. Juga raja dan semua pegawainya menangis dengan amat keras. 37Absalom telah melarikan diri dan telah pergi kepada Talmai bin Amihur, raja negeri Gesur. Dan Daud berdukacita berhari-hari lamanya karena anaknya itu. 38Absalom telah melarikan diri dan telah pergi ke Gesur; ia tinggal di sana tiga tahun lamanya. 39Lalu raja tidak lagi marah terhadap Absalom, sebab kesedihan hatinya karena kematian Amnon telah surut.


RENUNGAN
Waktu kampanye calon anggota legislatif beberapa bulan lalu, ada calon yang berkampanye dengan mencantumkan silsilah keturunannya; bahwa ayahnya adalah Jenderal Anu, kakeknya tokoh Partai Anu, dan kakek buyutnya cicit dari Raja Anu.

Sebetulnya, sifat atau perilaku seseorang tidak selalu berkenaan dengan keturunan (genetis). Seseorang yang orangtuanya berbudi baik, tidak serta merta dirinya berbudi baik pula. Dalam cerita silat Sia Tiaw Eng Hiong, Yo Kang adalah seorang yang jahat dan gila kekuasaan. Sedang Kwee Ceng baik hati dan ksatria. Namun, dalam kelanjutan cerita itu, Sin Tiaw Hiap Lu, Yo Ko, anak Yo Kang, justru tampil sebagai pahlawan hebat. Sedang Kwee Hoe, salah seorang anak Kwee Ceng, selain keras kepala juga kasar. Ia tega membuntungi tangan Yo Ko.

Seperti juga Daud. Terlepas dari segala kesalahannya di masa lalu, ia adalah seorang tokoh yang hebat; raja yang paling berhasil dalam sejarah Israel, juga sangat piawai menulis mazmur. Namun anak-anaknya malah berbuat aib. Amnon memerkosa Tamar, anaknya dari lain ibu. Absalom, kakak kandung Tamar, yang menyimpan dendam terhadap Amnon, akhirnya membunuh saudara tirinya itu (2 Samuel 13). Daud pun hanya bisa menangisi tragedi itu.

Oleh karena itu, jangan buru-buru bangga kalau kita ini keturunan orang hebat, tidak lantas kita akan jadi orang hebat pula. Sebaliknya jangan kecil hati kalau kita lahir dari keluarga yang mungkin punya reputasi kurang baik di masa lalu, itu sama sekali bukan halangan untuk kita dapat menjadi orang yang baik dan berhasil --AYA


JANGAN MENILAI SESEORANG
BERDASARKAN KETURUNAN



 Back To Previous Page ...