StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 20 May 2001, 22:22:06 GMT+7
CANGKIR yang CANTIK
Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk
mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju
kepada sebuah cangkir yang cantik "Lihat cangkir itu,"
kata si oma kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir
tercantik yang pernah aku lihat," ujar si opa. Saat mereka
mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud
berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui
bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang
dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna.
Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar
aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar
aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak,
Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok
dan meninjuku berulang-ulang.

Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa
menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke
dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup!
Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !" Akhirnya ia
mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai
dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai
mewarnai aku.

Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu
berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia
memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya !
Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak
sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia
terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan
dingin.

Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan
menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut
sekali.

Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah
Cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku
yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku. Saudara, seperti
inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Ia membentuk kita, tidaklah
menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.
Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Tuhan untuk mengubah kita
supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaanNya.

Yak 1 : 2 - 4
"Saudara-saudaraKu, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila
kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa UJIAN
terhadap IMANMU menghasilkan KETEKUNAN. Dan biarkanlah ketekunan
itu memperoleh buah yang matang supaya kamu MENJADI SEMPURNA dan utuh
dan tak kekurangan suatu apapun."

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati,
karena Tuhan sedang membentuk anda. Bentukan - bentukan ini memang
menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan
melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda.


 Back To Previous Page ...