Dendam Yang Dicairkan
Pembacaan Alkitab: Lukas 5:17-20
17 Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.
18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa mereka masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ketengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”
RENUNGAN
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. (Matius 6:14)
Ketidakadilan di masa laluku menyebabkan kebencian membatu bagaikan es dalam jiwaku. Aku tidak mampu melupakan atau memaafkan. Meski aku diingatkan setiap hari dalam Doa Bapa kami bahwa kita perlu mengampuni (agar diampuni), aku gagal membiarkan luka itu pergi. Namun aku tahu, dendam lama dapat menyebabkan penyakit fisik dan emosi.
Ketika aku membicarakan perasaanku dengan seorang teman yang menderita pelecehan yang parah selama masa kanak-kanak, ia menyampaikan kepadaku nasihat yang telah berhasil dalam hidupnya. “Memasrahkan dia atau mereka ke hadirat Allah dalam doa setiap hari. Tidak meminta yang baik untuk orang itu. Juga tidak meminta yang buruk. Hanya menempatkan orang itu ke dalam hadirat Allah setiap hari.”
Ia memperingatkan bahwa kesembuhan tidak datang dengan cepat, dan aku menyadari bahwa setelah berbulan-bulan, es dalam diriku mulai mencair dan lambat laun – sangat lambat – es itu menghilang. Aku bebas dan bebas selamanya.
Doa: Tuhan, tolonglah kami agar mampu menyerahkan luka dan kepahitan kami, agar bisa mendoakan Mereka yang melukai kami, mempercayai-Mu bekerja dalam hidup Mereka. Seperti Yesus mengajar kami berdoa, “Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan Kuasa dan Kemuliaan sampai selama-lamanya.” Amin.
Pokok pikiran: Jalan penyembuhan kadang panjang – tetapi Allah menyertai setiap langkah alan kita.
Doa syafaat: Mereka yang terpenjara oleh ingatan-ingatan yang buruk.
SUMBER
Carmen Tapiolas (Queensland, Australia)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Back To Previous Page ...