Mazmur 119:71 berkata : "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar
ketetapan-ketetapanMU"
Penderitaan memberikan suatu segi pandangan akan kehidupan yang tidak diperoleh
dengan cara lain.
Bila keadaan menyebabkan dukacita dan kehancuran hati, maka kita akan lebih
sadar akan kelemahan kita sebagai manusia.
Kita akan makin jelas merasakan perlunya kita bersandar pada Allah yang penuh
kasih, Allah yang telah berjanji untuk memperhatikan setiap kebutuhan kita.
Kita dapat memandang kehidupan dengan lebih peka bila kita menghadapi kesukaran
dan perjuangan.
Banyak hal yang dapat dipelajari dalam penderitaan, yang tidak pernah
dibayangkan oleh orang yang sedang makmur.
Ketika kita dalam keadaan kelaparan, kita akan sungguh-sungguh mengucap syukur
kepada Tuhan pada saat kita dapat makan sepiring nasi. Ketika kita dalam keadaan
sakit, kita akan sungguh-sungguh menghargai kesehatan yang Tuhan berikan kepada
kita.
Penderitaan sama pentingnya bagi jiwa kita seperti obat-obat bagi tubuh kita.
Seorang hamba Tuhan pernah berkata bahwa hanya jalan kesusahan saja yang dapat
membawa kita ke "negri" dimana tidak dikenal kesusahan (rumah Bapa di surga).
Namun sayangnya bila penderitaan dan kesusahan datang, kita terlalu sering
menghabiskan banyak waktu dengan memikirkan keadaan diri kita sendiri. Kita
tenggelam dalam rasa kasihan akan diri sendiri dan menyesali kemalangan yang
sedang menimpa kita. Bahkan mungkin kita menggerutu kepada Tuhan karena Ia
membiarkan kita mengalami kesakitan dan kesukaran.
Alangkah baiknya bila kita bersikap seperti Pemazmur diatas : "Bahwa aku
tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanMU". Kita perlu
menyadari manfaat dari kesukaran-kesukaran yang kita hadapi. Dengan demikian
kita akan mendapat pengenalan yang baru tentang Tuhan dan juga akan membuat kita
lebih mengerti akan perasaan-perasaan teman-teman kita yang sedang susah dan
menderita.
Mari kita renungkan : Apakah yang akan kita pelajari dari Tuhan melalui
penderitaan dan kesusahan kita sementara Tuhan Yesus berjalan bersama kita di
jalan kehidupan yang berat ?
Ia tidak pernah mengecewakan kita, sekalipun disaat yang paling gelap. Amien