Kapan seseorang mulai disebut dewasa ? Jawabnya macam-macam. Kalau ia
berumur 17 tahun ke atas. Kalau sudah punya KTP. Kalau sudah dapat
mencari nafkah sendiri. Kalau sudah menikah. Atau sudah dapat mandiri.
Jawab mana yang paling tepat ?
Tidak ada satupun dari jawab itu yang menggambarkan kedewasaan.
Tidak ada ukuran tunggal untuk menentukan kedewasaan.
Kedewasaan bukan hanya menyangkut umur atau status tertentu,
melainkan juga banyak bidang lain seperti perasaan, sikap, pandangan,
orientasi, perilaku atau lainnya.
Dewasa dalam umur belum merupakan jaminan bahwa kita pun dewasa dalam
Bidang lainnya.
Kalau begitu apa yang dimaksud dengan kedewasaan ? Apa ciri-cirinya ?
Ciri-ciri itu akan tampak dengan lebih jelas kalau dibandingkan dengan pola
pikir dan perilaku anak kecil di bawah usia 5 tahun.
Pertama, kedewasaan berarti mampu mengenali dan menerima diri sendiri.
Anak kecil seringkali ingin melakukan hal-hal yang sebetulnya berbahaya
baginya.
Ia tidak bisa, namun sok bisa. Ia menganggap tinggi dirinya. Atau
sebaliknya, seringkali ia tidak melakukan apa yang sebenarnya dapat
dilakukannya. Ia menganggap rendah dirinya. Orang dewasa dapat membuat
perhitungan tentang kesanggupan dan ketidaksanggupannya.
Kedewasaan berarti tahu di bidang apa ia lemah, tanpa merasa minder akan
kelemahannya ; dan juga tahu di bidang apa ia kuat tanpa merasa sombong, namun
bangga dan mengembangkan kekuatannya itu.
Kedua, kedewasaan berarti mampu menerima keberadaan orang lain. Kalau anak
kecil bermain dengan anak lain, sebenarnya ia tidak main bersama. Ia bermain
sendiri. Ia memakai "peraturan" sendiri. Pikirannya mengarah pada diri
sendiri. Ia tidak peduli pada kehadiran anak lain. Ia baru bereaksi ketika
ia merasa terancam oleh kehadiran anak lain. Ia merasa jengkel melihat
temannya memegang permainan, atau melihat temannya lebih cakap dari dirinya.
Ia merasa jengkel jika temannya menjadi pusat perhatian. Temannya dianggap
sebagai ancaman atau saingan. Tetapi orang yang berjiwa dewasa dapat
menerima keberadaan orang lain yang lebih unggul, bahkan bisa mengagumi
keunggulan orang lain. Dalam masyarakat yang berjiwa dewasa, orang yang
unggul dihargai dan dimanfaatkan sebagai narasumber, sebaliknya dalam
masyarakat yang berjiwa kurang dewasa ia malah dibenci dan disingkirkan.
Ketiga, kedewasaan berarti mampu mengarahkan hidup kepada orang lain.
Anak kecil hanya bisa mengarahkan perhatian pada diri sendiri. Ia minta
diperhatikan, tetapi tidak dapat memberi perhatian kepada orang lain.
Ia tidak dapat menempatkan diri pada perasaan orang lain atau mempedulikan
kepentingan orang lain. Ia bisa menerima namun tidak bisa memberi.
Padahal kedewasaan berciri kebalikannya : perhatian, kepedulian dan cinta
berjalan timbal balik atau dua arah.
Keempat, kedewasaan berarti mampu berpikir dan bertindak mandiri.
Anak kecil perlu disuruh dan dilarang. Ia perlu dimandori. Padahal orang
yang berpikir dewasa dapat menyuruh dan melarang diri sendiri, tahu tugas
dan tanggung jawab, serta mampu membedakan mana yang benar dan tidak benar.
Itu beberapa dari sekian banyak ciri kedewasaan. Dapatkah kita mencapai
semua ciri itu ? Tidak. Tidak ada orang yang dapat berkata, " Hari ini saya
menjadi dewasa dan mempunyai kualitas kedewasaan". Kedewasaan bukanlah
suatu keadaan, melainkan proses pertumbuhan menuju kualitas-kualitas pikiran
dan perilaku. Selama kita masih hidup, selama itu pula kita masih bisa
bertumbuh dalam ciri-ciri kedewasaan. Orang yang dewasa adalah orang yang
mendewasa, yaitu orang yang sedang bertumbuh kualitas kedewasaannya. Grown
up people adalah growing up people.
Maturity adalah proses maturing.
Menjadi dewasa adalah sebuah proses, yaitu proses mendewasakan yang perlu
berlangsung terus tiada henti. Pada suatu hari Kung Fu Tze, budayawan Cina
yang mengajar 500 tahun sebelum zaman Yesus, ditanya oleh para muridnya,
"Pada umur berapa orang disebut dewasa ? Orang yang dewasa itu orang yang
macam apa ? Pada waktu itu Kung Fu Tze dengan para murid sedang duduk di
tepi sungai. Mendengar pertanyaan itu Kung fu Tze terdiam dan menunduk.
Lalu di tengah kesunyian gemericik air ia menjawab sambil termenung
memandangi gelombang-gelombang aliran air, " Orang yang dewasa adalah orang
yang seperti sungai ini yang mengalir terus menerus, siang dan malam, tiada
henti."