Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 04 May 2009, 23:14:43 GMT+7

Di Balik Kepahitan



Pembacaan Alkitab: Ayub 42:1-5
42:1Maka jawab Ayub kepada TUHAN: 2"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 3Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 4Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. 5Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.


RENUNGAN

Ketika usianya menjelang 17 tahun, Joni Eareckson mengalami kecelakaan-meloncat di tempat dangkal ketika berenang. Ia mengalami lumpuh total; hanya bisa menggerakkan leher. Awalnya ia sangat putus asa, sempat begitu marah kepada Tuhan. Tetapi berkat dukungan keluarga dan orang-orang terdekatnya, ia lalu "bangkit". Sampai sekarang Joni tetap lumpuh, tetapi hidupnya telah menginspirasikan keteguhan bagi jutaan orang di seluruh dunia. Ia menjadi pembicara seminar di banyak negara, melukis ratusan lukisan dengan mulutnya, menulis lebih dari 30 buah buku best seller, mendirikan "Joni and Friends", organisasi internasional untuk para penyandang cacat fisik.

Hal serupa terjadi pada Ayub. Dari hidup yang semula berkelimpahan, kemudian ia kehilangan segala-galanya; harta milik, anak-anak, bahkan kesehatannya (Ayub 1,2). Bisa dibilang, Ayub jatuh dari tempat tinggi ke dasar lembah yang gelap dan sempit. Sungguh menyakitkan. Tetapi justru dari situlah Ayub mengalami sesuatu yang hakiki dalam hidupnya, yaitu mengenal Allah secara pribadi. Dulu ketika hidup makmur berkelimpahan, ia tahu Allah hanya dari "kata orang", tetapi sekarang, "Mataku sendiri memandang Engkau" (ayat 5).

Mungkin sekarang Anda tengah mengalami kepahitan dan penderitaan hidup, entah apa pun penyebabnya. Jangan kecil hati. Sebab kerap di balik kepahitan dan penderitaan itu tersimpan "mutiara kehidupan". Seperti yang dialami oleh Joni Eareckson, juga Ayub dalam bacaan kita hari ini. Kuncinya, jangan menyerah dan jangan putus berharap. Tuhan bisa memakai apa yang tampaknya buruk untuk menyalurkan kebaikan -AYA


SEHABIS HUJAN DERAS, MUNCUL PELANGI


 Back To Previous Page ...