Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 08 June 2008, 12:42:38 GMT+7

DI BAWAH SAYAP ALLAH



Renungan
Beberapa waktu lalu aku berada dalam pesawat dari Kairo, Mesir, ke Johannesburg, Afrika Selatan. Saat pesawat akan tinggal landas, sebuah ayat AI-Quran muncul di layar TV pesawat. Ayat itu adalah doa permohonan ke pada Allah agar kami tiba di tujuan dengan selamat.

Aku bisa mendengar seseorang melantunkan ayat Al-Quran itu, Aku juga melihat seorang pemuda di sebelah kananku membuat tanda salib, tanda doa orang Kristen, memohon perjalanan yang aman. Dua orang yang berbeda. Seorang Muslim dan seorang Kristen, mengungkapkan bahwa mereka bersandar kepada Allah dengan berdoa demi keselamatan perjalanan.

Selama momen yang istimewa ini, aku memikirkan tentang bagaimana Allah menjagai penerbangan ini bersama seluruh penumpangnya. Seberapa sering kita teringat untuk memohon perlindungan dan tuntunan Allah bagi perjalanan kita? Bagaimana interaksi kita dengan sesama penumpang menjadi berbeda jika kita melakukannya?


Doa
Allah yang Mahakuasa, tolonglah agar kami ingat untuk memohon perlindungan dan tuntunan-Mu. Bagaimanapun cara kami atau ke mana pun kami bepergian, tolonglah kami dalam perjalanan kami. Kami berdoa seperti yang Yesus ajarkan "Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan." Amin.


Pokok Pikiran
Allah selalu menyertai saat kita menempuh perjalanan.


Doa Syafaat
Mereka yang sedang dalam perjalanan.


Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 17:16-28

16. Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.
17. Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ.
18. Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: "Apakah yang hendak dikatakan si peleter ini?" Tetapi yang lain berkata: "Rupa-rupanya ia adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing." Sebab ia memberitakan Injil tentang Yesus dan tentang kebangkitan- Nya.
19. Lalu mereka membawanya menghadap sidang Areopagus dan mengatakan: "Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini?
20. Sebab engkau memperdengarkan kepada kami perkara-perkara yang aneh. Karena itu kami ingin tahu, apakah artinya semua itu."
21. Adapun orang-orang Atena dan orang-orang asing yang tinggal di situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru.
22. Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.
23. Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
24. Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia,
25. dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.
26. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,
27. supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
28. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu : Sebab kita ini dari keturunan Allah juga.


Ayat Renungan
Mzm 91:9-10

Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kau buat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu dan tulah tidak akan dekat ke pada kemahmu. -



ALBERT ISTEERO (KAIRO, MESIR)
BPK Gunung Mulia - Jakarta, Indonesia
Saat teduh KAMIS - 5 JUNI 2008


 Back To Previous Page ...