Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 05 April 2009, 14:17:44 GMT+7

Dusta



Pembacaan Alkitab: Kisah 5:1-11
1Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. 2Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. 3Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? 4Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." 5Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. 6Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. 7Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. 8Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." 9Kata Petrus: "Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar." 10Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya. 11Maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu.


RENUNGAN

Membiarkan berkembangnya sesuatu yang berpengaruh buruk adalah kesalahan serius. Ibarat penyakit menular, jika dibiarkan ia akan semakin banyak memakan korban. Ibarat sel kanker, jika sudah berkembang hingga ke stadium lanjut, ia akan semakin sukar dilumpuhkan. Ibarat kebiasaan buruk, jika dibiarkan sejak anak-anak akan menjadi watak yang buruk. Daya rusaknya sudah terlampau kuat untuk dihambat. Satu-satunya cara mengatasi hanya dengan mencegah atau memberantasnya selagi masih dini.

Gereja di zaman para rasul tentu masih amat "muda". Tugasnya adalah menjadi saksi kebenaran injil Yesus Kristus. Dalam pengadilan di masa itu, kebenaran sebuah kesaksian harus dikukuhkan oleh dua orang saksi. Jadi, banyak murid diutus berpasangan-seperti Petrus dan Yohanes atau Paulus dan Barnabas-untuk meneguhkan kebenaran injil. Dusta adalah dosa yang bertolak belakang dengan tugas menjadi saksi. Menjadi saksi harus berkata benar. Oleh sebab itu, ketika ada dua orang murid bersepakat dalam sebuah dusta, mereka dihukum dengan amat serius untuk menjadi peringatan bagi semua orang. Sebab seorang saksi tak mungkin berkompromi dengan dusta. Itulah sebabnya kita tertegun membaca tentang hukuman berat yang harus dialami oleh pasangan Ananias dan Safira.

Ada hal-hal dalam kehidupan ini yang tidak bisa dikompromikan, sebab sejak dari akarnya sudah bertolak belakang. Termasuk dusta melawan kebenaran. Jika kebiasaan buruk berdusta dibiarkan, ia akan menjadi bencana di kemudian hari. Kita harus bersikap tegas terhadapnya -PAD


TIADA CARA LAIN UNTUK MEMERANGI DUSTA
SELAIN MEMANGKASNYA SEDINI DAN SESERIUS MUNGKIN



 Back To Previous Page ...