Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 07 June 2009, 23:46:18 GMT+7

Efek Samping



John Wooden, pelatih basket di University of California Los Angeles, Amerika. Selama 27 tahun sebagai pelatih, John tak pernah kalah satu musim kompetisi pun. Ia pernah mengiring timnya menang piala bergengsi kejuaran olah raga antar perguruan tinggi selama 10 kali, tujuh kali diantaranya berturut-turut. Tekniknya memotivasi tim sangat unik. Ia menggunakan jurus productive mistake-making. Ia mengajak anak buahnya bermain habis-habisan. Menang atau kalah menurut dia cuma efek sampingan. Kalau mainnya bagus, menang menjadi proses alamiah.

Hal sama dialami pelatih beken Phil Jackson, dari LA Lakers. Mulanya ia terobsesi menang sebagai hasil akhir. Lewat sejumlah pengalaman religius, ia berubah. Ia berkata sukses akan terjadi bila anda memiliki kesadaran penuh dan menyatu dengan semua peristiwa di sekeliling Anda. Sama dengan John Wooden, ia menganggap menang cuma efek sampingan. Metode ini membuatnya mampu mencetak pemain sekaliber Michael Jordan, Kobe Bryant, dan Shaquille O’Neal. Phil Jackson menjadi pelatih termahal sepanjang sejarah.

Menang atau kalah adalah efek samping yang akan mengikuti seseorang. Jika ia berlatih dengan keras, sungguh-sungguh dan tetap bersemangat maka kemenangan akan dapat diraih.

Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dengan sungguh-sungguh, maka kesuksesan akan menjadi efek sampingan dari semua itu.

Ketika kita mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka kesuksesan adalah efek samping dari semua itu.


"Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."( Matius 6 : 33 )

Tuhan Yesus Memberkati..


 Back To Previous Page ...