Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 21 September 2008, 10:58:32 GMT+7

Gambaran Yang Utuh



Pembacaan Alkitab: Amsal 3 : 5 - 12
5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
7 Janganlah engkau menganggap dirimu bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.
9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.
11 Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya.
12 Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi-Nya.


Ayat Renungan:
Efesus 3:20 : Bagi Dialah, yang dapat melakuan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.


RENUNGAN
Suatu pagi aku mempunyai janji pertemuan, dan aku sudah terlambat. Setelah behenti di lampu merah di belakang beberapa kendaraan, lampu hijau akhirnya menyala. Tetapi, kami tidak bergerak. Aku melongok untuk melihat apakah yang terjadi. Sebuah kendaraan memutar dan menghalangi mobil lain. Aku melihat jarak yang cukup jauh antara mobil itu dan mobil di depannya. Jika saja mobil itu bergerak, tentu kami bisa lewat tadi, kataku kesal.

Saat mobil itu bergerak, aku baru tahu kalau ternyata mobil itu ternyata adalah truk peti kemas yang panjang. Kalaupun sopir truk itu mendekati kendaraan di depannya, peti kemasnya tetap menghalangi jalan. Aku hanya melihat sebagian dari keadaan seluruhnya.

Setelah peristiwa itu, aku bertanya-tanya, berapa kali aku mengambil keputusan berdasarkan apa yang kulihat, tanpa meminta Allah menyingkapkan gambaran utuhnya. Aku berpikir tentang masa di mana Allah seolah tidak menjawab doa atau menanggapi secara berbeda dari sesuatu yang tampak logis bagiku.

Allah melihat gambaran secara utuh, dan bertindak dalam hidupku berdasarkan sudut pandang yang lebih luas dariku. Aku telah belajar untuk tidak membuat keputusan berdasarkan sudut pandangku yang terbatas, tetapi percaya kepada Allah, yang dapat melihat melampaui apa yang dapat kita lihat.


Doa:
Tuhan, tolonglah kami untuk mengikuti Roh Kudus-Mu supaya dapat melihat gambaran secara utuh, ketika kami membuat keputusan yang mempengaruhi hidup kami dan orang lain. Amin.


Pokok pikiran:
Saat kita meminta, Allah memberi hikmat yang kita butuhkan.


Doa syafaat:
Mereka yang tidak sabar.


Sumber: Saat Teduh
Selasa, 16 September 2008




 Back To Previous Page ...