Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 18 April 2004, 21:04:28 GMT+7
Harga Diri dan Status

"Huuu..uuura!" Teriakan gembira dari seorang Ibu
yang menerima telegram dari anaknya yang telah
ber-tahun2 menghilang.Apalagi ia adalah anak
satu2nya.

Maklumlah anak tsb pergi ditugaskan perang ke
Vietnam pada 4 th yang lampau dan sejak 3 tahun
yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima
kabar lagi dari putera tunggalnya tsb. Sehingga
diduga bahwa anaknya gugur di medan perang. Anda
bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tsb.

Dalam telegram tsb tercantum bahwa anaknya akan
pulang besok. Esok harinya telah disiapkan segalanya
untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya,
bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus
untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun
rekan2 bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah
suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal
diseluruh ibukota.

Siang harinya si Ibu menerima telepon dari
anaknya yang sudah berada di airport.

Si Anak: "Bu bolehkah saya membawa kawan baik
saya?"

Ibu: "Oh sudah tentu, rumah kita cuma besar dan
kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan2 bawalah!"

Si Anak: "Tetapi kawan saya adalah seorang
cacad, karena korban perang di Vietnam?"

Ibu: "..oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya
tahu, bagian mana yang cacad? "
- nada suaranya sudah agak menurun

Si Anak: "Ia kehilangan tangan kanan dan kedua
kakinya!"

Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu
tidak mau mengecewakan anaknya:
"Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira tidak jadi
masalah?"

Si Anak: ".tetapi masih ada satu hal lagi yang
harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya
juga turut rusak begitu juga kulitnya, karena sebagian besar
hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya
ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang
hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!"

Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: "Nak lain
kali saja kawanmu itu diundang kerumah kita, untuk sementara suruh
saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar saya yang bayar
nanti biaya penginapannya!"

Si Anak: "Tetapi ia adalah kawan baik saya Bu,
saya tidak ingin pisah dari dia!"

Si Ibu: "Cobalah renungkan olehmu nak, ayah kamu
adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita
sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun
orang2 penting yang berkunjung kerumah kita,
apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan
malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa
kata mereka apabila mereka nanti melihat tubuh
yang cacad dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan
umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita
nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat
kita bahkan jangan2 nanti bisa merusak citra binis
usaha dari ayahmu nanti."

Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya
telepon diputuskan dan ditutup.

Orang tua dari kedua anak tsb maupun para tamu
menunggu hingga jauh malam ternyata anak tsb tidak
pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena
tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh
datang berkunjung kerumah mereka.

Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon
dari rumah sakit, agar mereka segera datang kesana,
karena harus mengidentifikasikan mayat dari orang
yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas
tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan
kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena
kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah
tubuh dari teman anaknya,tetapi kenyataannya pemuda
tsb adalah anaknya sendiri! Untuk membela
nama dan status akhirnya mereka kehilangan
putera tunggalnya!

~~~

Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tsb
kejam dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja,
tetapi bagaimana dengan diri kita sendiri?
Apakah kita lain dari mereka?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan
... anak2 jalanan
... dengan orang cacad?
... yang bukan karena cacad tubuh saja?
... tetapi cacad mental atau
... cacad status atau cacad nama atau
... cacad latar belakang kehidupannya?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan
orang
.. yang jatuh miskin?
.. yang kena penyakit AIDS?
.. yang bekas pelacur?
.. yang tidak punya rumah lagi?
.. yang pemabuk?
.. yang pencandu?
.. yang berlainan agama?

Renungkanlah jawabannya hanya Anda pribadi dan
Sang Pencipta saja yang
mengetahuinya?!



 Back To Previous Page ...