Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 08 November 2005, 16:39:40 GMT+7
Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat
aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi
berarti membunuh seorang bayi. Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang
istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik
ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut
bersukacita dengan mereka.

Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Dokter menemukan bayi
kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan. Tetapi bayi perempuan
mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba.
Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan
untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang istri
mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan bayi perempuannya
(membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa
merasakan keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata sang ibu di sela tangisannya.

Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan tersebut, dengan
mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang istri semakin mendekatkan
diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya
dibalik semua ini. Hal ini membuatnya lebih tabah.

Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari informasi di
internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak dokter, untuk mempelajari
lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa
mereka tidak sendirian. Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama,
dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi
akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari bayi lainnya.
Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang
lain ?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey dan Anne. Mereka
terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka memohon keajaiban supaya bayinya
sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan
untuk menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk dilahirkan, tetapi
ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang istri kemudian berdiskusi dengan
suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan
organnya. Ada dua bayi yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu
donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis dalam
posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu menyelamatkan Anne. Pasangan
ini bertekad untuk tabah menghadapi kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan selamat. Pada
momen yang sangat berharga tersebut, sang suami menggendong Anne dengan sangat hati-hati,
Anne menatap ayahnya, dan tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah
terlupakan dalam hidupnya.

Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan tersebut pada saat
itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak
mengaborsi Anne), mereka sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada
mereka, mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa jam saja.
Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya
dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang
terluka.

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk melihat Anne.
Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan
yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak
mampu bertahan setelah enam jam.

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ. Setelah beberapa minggu,
dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan
dari kematian.

Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya hidup selama 6
jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah
pahlawan mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka selamanya.


Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari ataupun bahkan seratus
tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita,
yang bermanfaat bagi orang lain.
2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah berdiri, satu tahun
ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan
perusahaan kita selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.
3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah mengenai bagaimana karier
anaknya di masa mendatang, dimana mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu
mereka hasilkan. Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk memastikan
bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya, sehingga ketika kematian menjemput
mereka,mereka akan menuju surga".


CATATAN
Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah ini kepada sanak keluarga Anda, famili,
teman2, rekan2 kerja, rekan2 bisnis, atasan, bawahan, sebuah kelompok organisasi ataupun
perusahaan, PELANGGAN, serta siapa saja yang Anda temui. Kisah ini dapat disebarkan melalui
internet, ataupun difotocopy per banyak untuk dibagi2kan secara gratis kepada orang banyak.

Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah membaca kisah ini.
PERTAMA, cuek / tidak peduli /tidak mengerti kisah ini.
KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.
KETIGA,tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara pandang tentang
hidupnya.
KEEMPAT,tersentuh, intropeksi diri, mengubah cara pandang tentang hidupnya, lalu bergerak aktif
untuk memaknai hidupnya sendiri dengan cara memberikan makna bagi kehidupan orang lain.

Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh kisah ini dari Anda, ada satu saja yang
termasuk kategori nomor EMPAT, ini berarti Anda telah berhasil mengubah hidup seseorang, dari
sekedar "Hidup" menjadi "Hidup Yang Lebih Bermakna". Mereka sungguh beruntung dengan kehadiran
Anda di dunia ini.

"Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah Kehadiran Anda Di
Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu,
Saudara/i, Suami/Istri, Anak2 Anda, dst)"


 Back To Previous Page ...