Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 27 January 2010, 21:28:36 GMT+7

Hikmat dan Kebodohan



Dua kata Hikmat dan Kebodohan terdapat dibanyak bagian Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Yang menarik, pemakaian kata ini kebanyakan tidak berkaitan langsung dengan kuantitas kemampuan pikir, melainkan kualitasnya. Bodoh dalam Alkitab tidak menunjuk kepada rendahnya IQ sesorang, bahkan sebaliknya. Sedikit sekali Alkitab memakai kata bodoh untuk menunjukkan ketidakmampuan berpikir. Banyak yang ditunjuk sebagai bodoh adalah orang yang kaya dan terbilang sukses dalam kehidupannya. Alkitab menyebut mereka bodoh adalah karena mereka percaya dan menggantungkan hidup mereka kepada kekayaan mereka dan bukan kepada Tuhan. Sementara hikmat secara umum lebih mengacu kepada kemampuan menyusun rencana yang benar untuk mendapatkan hasil yang dikehendaki. Namun Alkitab, lagi-lagi memakai kata hikmat juga kebanyakan mengacu kepada kemampuan memahami kehendak Tuhan dan menjalankannya. Kitab pengkhotbah bahkan mengatakan hikmat sebagai hal yang sia-sia (baca: bersifat sementara). Akhirnya, takut akan Tuhan adalah kunci segalanya.

Nah, sekarang mari kita cermati kehidupan umat pada umumnya. Seperti yang dikatakan Alkitab, adalah kebodohan jika berpikir bahwa harta benda adalah yang terpenting dalam mengikut Tuhan. Orang yang mengutamakan harta, bahkan mengkaitkan berkat Tuhan hanya dengan melulu harta, sungguh tidak bijak. Mereka akhirnya hanya merasakan "kebahagiaan" apabila banyak hartanya. Mereka sangat bodoh untuk dapat menikmati anugerah Tuhan dalam penderitaan. Padahal rasul Paulus dengan tegas berkata, Kepada kita dianugerahkan bukan hanya percaya tetapi juga menderita untuk Kristus (Filipi 1:21).

Bersukacita dalam segala hal hanya dapat dipahami oleh mereka yang mendapatkan hikmat dari Tuhan. Orang bodoh hanya melayani Tuhan untuk tujuan kepuasan diri pribadi, bukan apa yang menjadi Kehendak Tuhan. Sementara orang berhikmat yang berpusat pada diri, senantiasa menganggap diri adalah pusat kehidupan. Seperti raja Nebukadnezar yang cerdas dan hebat strategi perangnya. Menjelajah banyak negeri dan menguasainya. Dia berpikir dialah Tuhan atas dunia. Ini adalah orang berhikmat yang tidak takut akan Tuhan. Karya dihasilkan, namun habis tak berkesan.

Hikmat dan kebodohan memiliki perbedaan keunggulan dalam berkarya, namun dihadapan Tuhan keduanya sama. Yakni sama sama menuju titik nadirnya. Bodoh adalah keadaan yang harus dihindari, namun hikmat bukan jaminan. Jadi, seperti kata kitab Amsal; Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat atau pengetahuan, harus menjadi dasar berpikir yang penting (Amsal 1:7). Kita harus berpacu menjadi orang yang berhikmat, bahkan sangat. Namun jangan pernah lepas dari dasar beriman kepada Tuhan.

Sebagai orang percaya yang rindu menjadi saksi Tuhan, sudah seharusnya kita menjadi orang yang berhikmat dalam banyak hal. Sungguh tak dapat dibayangkan jika saksi-saksi Tuhan adalah orang bodoh. Alkitab pernah berkata, kita yang disebut bodoh oleh dunia akan mempermalukan dunia yang merasa diri berhikmat. Orang percaya disebut bodoh bukan karena tak mampu berpikir, melainkan karena percaya kepada salib Kristus yang dianggap kebodohan. Karena itu setiap orang percaya harus tertantang memiliki hikmat yang tinggi, demi kemuliaan nama Tuhan. Kita harus mengukir jutaan karya, agar dunia bisa melihat, belajar, dan akhirnya, mengakui bahwa kehidupan orang Kristenlah yang benar. Dengan menjadi bodoh dalam pengertiaan yang sesungguhnya, dan tanpa karya hidup, kita hanya akan menjadi batu sandungan.

Banyak orang mungkin bodoh karena rendahnya pengetahuaannya, namun yang takut akan Tuhan pasti membuatnya berhikmat. Miskin tapi tak mencuri, bahkan sebaliknya setia memberi persembahannya, seperti kisah janda miskin di Alkitab. Bukankah janda itu telah membuktikan keunggulan hikmatnya, karena dia telah berbuat dengan amat sangat bijaknya.

Selamat menjadi berhikmat didalam Tuhan.



Sumber: Pdt. Bigman Sirait
Makedonia, Edisi Juli-Desember 2009


 Back To Previous Page ...