Ibadah Dan Kejahatan
Pembacaan Alkitab: Amos 4:4,5
4"Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga! 5Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?" demikianlah firman Tuhan ALLAH.
Nats : Ibadah yang murni dan tidak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya diri sendiri tidak dicemarkan oleh dunia (Yakobus 1:27)
RENUNGAN
Ibadah seperti apakah yang berkenan di hadapan Allah? Pertanyaan ini menjadi sangat penting ketika banyak gereja memperdebatkannya. Setiap gereja tentu memiliki pendapat masing-masing, tetapi kita tidak akan berdebat mengenai hal tersebut. Saya ingin mengajak kita melihat apa yang dikatakan Alkitab mengenai hal ini. Dalam Amos 4:4,5, Allah menyatakan bahwa Dia tidak berkenan kepada ibadah dan korban persembahan yang dilakukan oleh bangsa Israel. Mengapa Allah tidak berkenan atasnya? Karena Allah mendapati perbuatan mereka yang jahat di luar ibadah.
Allah sangat mementingkan ibadah, tetapi Allah menginginkan ibadah yang utuh. Allah tidak menginginkan kita bersikap baik hanya pada saat di gereja, sedangkan dalam hidup sehari-hari tidak. Dari sini kita dapat belajar bahwa hidup sehari-hari adalah cerminan atau bagian dari ibadah kita juga. Jikalau hidup kita penuh dengan kejahatan, Allah tidak akan pernah berkenan kepada ibadah dan persembahan kita.
Seberapa sering kita mengintegrasikan ibadah dan hidup sehari-hari? Jangan biarkan mulut kita memuji Tuhan di dalam gereja, tetapi mengeluarkan kata-kata kotor di luar gereja. Jangan biarkan tangan kita memberi persembahan di gereja, tetapi memeras orang di luar gereja. Jangan biarkan hati kita damai dan sukacita ketika tengah berada di gereja, tetapi penuh dengki dan kebencian di luar gereja. Allah menginginkan ibadah kita benar dan berkenan di hadapan-Nya. Bukan hanya di gereja kita memuliakan Tuhan, bahkan setiap saat di luar gereja pun kita mesti selalu memuliakan nama Tuhan.
BAPA KUPERSEMBAHKAN TUBUHKU
SEBAGAI IBADAH YANG SEJATI DAN BERKENAN PADA-MU
Back To Previous Page ...