Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 16 March 2010, 11:31:47 GMT+7

Interupsi Atau Kesempatan ?




Pembacaan Alkitab: Markus 10:46-52

RENUNGAN


Seorang pekerja sosial yang masih muda mengeluh kepada pengawasnya bahwa ia kesulitan menyelesaikan pekerjaannya. "masalahnya," ia berkata, "orang-orang selalu menginterupsiku."

Pengawasnya menjawab, "Tetapi, interupsi-interupsi itu adalah pekerjaanmu."

Kita semua pernah disela. Namun, kita juga dapat melihat kemungkinan yang datang bersama dengan gangguan-gangguan itu. Melihat ke masa lalu, kebanyakan kita dapat melihat bahwa sebagian relasi penting yang sudah kita buat, beberapa pelayanan penting kita, berawal dari apa yang kita lihat sebagai gangguan.

Yesus memberi contoh cara menghadapi interupsi. Dalam perjalanan final Yesus menuju Yerusalem, Bartimeus yang buta berseru memanggil-Nya, Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!" [Markus 10:47]. Perjalanan menuju Yerusalem ini sangat penting dalam pelayanan Yesus; keselamatan seluruh dunia menjadi taruhan-Nya! Tetapi, Yesus mendengar Bartimeus, berhenti, dan menyembuhkannya.

Misi yang Allah berikan kepada kita selalu mengenal sesama. Kita tidak pernah diizinkan menelantarkan anak-anak Allah. Gangguan-gangguan dalam hidup kita bisa jadi merupakan panggilan Allah bagi kita untuk melayani.


Doa: Ajar kami, Tuhan Yesus, selalu peka akan tangisan mereka yang membutuhkan. Amin.

Pokok pikiran: Bisnis orang Kristen adalah mempedulikan manusia.

Doa syafaat: Para pekerja sosial.


Sumber:
Bill Adams (Queensland, Australia)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
© Copyright 2009 by The Upper Room


 Back To Previous Page ...