Subscribe
Article Time Stamp: 18 January 2009, 17:41:08 GMT+7

Kantung Kumal



Ada seorang pengemis yang satu kali menemukan kupon lotere. Penasaran, ia mengecek nomor yang tertera di kupon itu dengan pengumuman pemenang lotere senilai milyaran rupiah. Ternyata, nomor yang tertera di kupon itu cocok! Si pengemis akan segera menjadi orang kaya. Namun, tentu saja ia harus terlebih dahulu datang ke panitia menunjukkan bukti kupon yang ada.

Maka, si pengemis pun berangkat menuju kantor panitia penyelenggara lotere di tengah kota. Selama perjalanan ia membayangkan caranya akan membelanjakan uangnya. Ia membayangkan membeli rumah, kendaraan, televise, baju baru, dan juga akan pergi berlibur.

Selama perjalanan ia benar-benar merasa sudah menjadi orang kaya. Ia mengutuki masa-masa susah sebagai pengemis yang dihina orang selama bertahun-tahun. Sebelumnya ia selalu berjalan pelan-pelan di tepian jalan, kepala tertunduk dan wajah ditutupi topi. Namun, hari itu ia berjalan dengan penuh percaya diri, kepala menengadah, dada dibusungkan, dan melangkah di tengah jalan.

Sampai suatu ketika ia menyadari banyak orang memperhatikannya. Ia berpikir itu pasti karena orang melihat penampilannya. Maka, dengan uang yang ia punya dibelinya satu setelan pakaian bersih. Ia pun membakar pakaian kumal serta kantung pengemis yang selama ini menemaninya. Pikirnya, “ah, aku kan sudah kaya. Tidak perlu lagi memakai pakaian jelek dan kantung kumal seperti ini lagi.”

Tapi, baru beberapa saat ia hendak melanjutkan perjalanan, ia beru ingat bahwa kupon lotere itu ia simpan di kantong pengemis yang telah dibakarnya sendiri. Kekayaan dan kesuksesan yang sudah di depan mata hilang karena ia tidak menghargai perjuangan dan sejarah hidupnya sendiri.

Jangan pernah lupa dengan sang pemberi kekayaan, yaitu Tuhan. Dengan cara yang sangat sepele Dia bisa mengambil semua kekayaan itu dari padamu. Jika saat ini engkau kaya atau bisa dibilang engkau akan menjadi kaya, biarlah kekayaanmu itu kelak memuliakan Tuhan dan menjadi saluran berkat bagi orang lain, jangan sampai kesombonganmu akan kekayaan yang engkau miliki membuat engkau kehilangan semua kekayaanmu itu.


 Back To Previous Page ...