Kasih Yang Mewujud Pada Kerendahan Hati
Kasih Allah yang telah mempersatukan seorang pria dan seorang wanita menjadi suami istri.
Kasih Allah yang menjadi dasar berdirinya keluarga ilahi.
Kasih Allah juga yang terus mempersatukan dan menyempurnakan ikatan kekeluargaan dalam mengarungi kehidupan di tengah dunia dengan segala tantangan yang ada.
Kasih Allah pula yang menyertai keluarga Kristen dalam pergumulan mempertahankan keutuhan, kesatuan yang nyaris terpecah.
Dalam bahasa Yunani ada 4 kata untuk kasih, yaitu agape, phileo, eros dan astorgos.
Untuk mengungkapkan Kasih Allah dalam Alkitab bahasa Yunani dipakai Agape.
Kasih Allah Agape adalah kasih ilahi, kasih yang tak bersyarat. Agape adalah Kasih yang mempersembahkan dirinya, yang ingin berguna untuk orang lain. Kasih yang rela mengorbankan dirinya untuk kepentingan yang lain. Agape, Kasih Allah yang sempurna dan tak bersyarat itu nampak dalam diri Tuhan Yesus Kristus yang dari kelahiranNya di kandang Betlehem sampai kematianNya di kayu salib di Golgota demi untuk menyelamatkan manusia dan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri.
Kasih Allah (Agape) yang tak bersyarat dan rela, mengorbankan diriNya bagi keselamatan, kesejahteraan manusia itu
mewujud pada kerendahan hati.
Kerendahan hati itu nampak dari kelahiran Allah yang Mahakuasa dan Mahamulia yang bertahta di sorga ke dunia menjadi manusia yang terbatas, hina, miskin dan lahir di palungan di kandang Betlehem.
Kerendahan hati itu dinampakkan dalam kedatangan Allah ke duinia ini bukan untuk dilayani, namun melayani manusia yang berdosa.
Kerendahan hati itu dinyatakn dengan memilih jalan salib, bukan dengan kekuasaan dan kekerasan dalam melepaskan manusia dari belenggu dosa.
Kerendahan hati itu mewujud dalam ketaatanNya sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib, sekalipun Ia adalah Hakim Agung satu-satunya yang menghakimi manusia dan dunia.
Dalam khidupan berumah tangga yang
saling mengasihi, kebersamaan itu berarti saling menerima satu akan yang lain dengan
rendah hati, bukan dengan kesombongan, menghargai yang lain lebih utama dari dirinya, bukan menjadikan saya sebagai yang utama, mendambakan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi segenap keluarga, bukan menuntut dilayani oleh yang lain.
"Dan diatas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan". (Kolose 3:14)
Sumber:
Warta Gereja GKI Kebayoran Baru
14 Oktober 2007
Back To Previous Page ...