Article Time Stamp: 17 August 2001, 08:29:18 GMT+7
Saudaraku, sering kita mengalami kejenuhan untuk pergi kegereja dan
merasa tak ada gunanya, semoga cerita dibawah ini bisa lebih meneguhkan
kita akan pentingnya ke gereja.
To know, to love, & to serve You is the greatest thing in all my life
Cerita 1
Seorang Katolik menulis surat kepada Editor sebuah surat kabar dan
mengeluhkan kepada para pembaca bahwa dia merasa sia-sia pergi ke gereja
setiap minggu. Tulisnya, "saya sudah pergi ke gereja selama 30 tahun dan
selama itu saya telah mendengar 3000 khotbah. Tapi selama hidup, saya tidak
bisa mengingat satu khotbah pun. Jadi saya rasa saya telah memboroskan
begitu banyak waktu-demikian pun para pastor itu telah memboroskan
waktu mereka dengan khotbah-khotbah itu."
Surat itu menimbulkan perdebatan yang hebat dalam kolom pembaca.
Perdebatan itu berlangsung berminggu-minggu sampai akhirnya ada
seseorang yang menulis demikian:
"Saya sudah menikah selama 30 tahun. Selama ini istri saya telah memasak
32.000 jenis masakan. Selama hidup saya tidak bisa mengingat satu pun jenis
masakan itu yang dilakukan istri saya. Tapi saya tahu bahwa masakan-masakan
itu telah memberi saya kekuatan yang saya perlukan untuk bekerja. Seandainya
istri saya tidak memberikan makanan itu kepada saya,maka saya sudah lama
meninggal." Sejak itu tak ada lagi komentar tentang khotbah.
Cerita ke 2
Nenek Granny sedang menyambut cucu-cucunya pulang dari sekolah.
Mereka adalah anak-anak muda - anak muda yang sangat cerdas dan sering
menggoda nenek mereka.
Kali ini, Tom mulai menggoda dia dengan berkata, "Nek, apakah nenek
masih pergi ke gereja pada hari minggu?"
"Tentu!"
"Apa yang nenek peroleh dari gereja? Apakah nenek bisa memberitahu kami
tentang Injil minggu lalu..?" "Tidak, nenek sudah lupa. Nenek hanya
ingat bahwa nenek menyukainya."
"Lalu apa khotbah dari pastor ?"
"Nenek tidak ingat. Nenek sudah semakin tua dan ingatan nenek melemah.
Nenek hanya ingat bahwa ia telah memberikan khotbah yang memberi
kekuatan, Nenek menyukai khotbah itu."
"Tapi, nek," Tom menggoda, "Apa untungnya pergi ke gereja jika nenek
tidak mendapatkan sesuatu dariNya?"
Nenek itu terdiam oleh kata-kata itu dan ia duduk di sana
merenung...... Dan anak-anak lain tampak menjadi malu.
Kemudian nenek itu berdiri dan keluar dari ruangan tempat mereka semua
duduk, dan berkata, "Anak-anak, ayo ikut nenek ke dapur."
Ketika mereka tiba di dapur, dia mengambil tas rajutan dan
memberikannya kepada Tom sambil berkata, "Bawalah ini ke mata air, dan
isilah dengan air, lalu bawa kemari!"
"Nenek, apa nenek tidak sedang melucu? Air didalam tas rajutan....!
Nek, apa ini bukann lelucon?" tanya Tom.
"Tidak.., lakukanlah seperti yang kuperintahkan. Saya ingin
memperlihatkan kepadamu sesuatu."
Maka Tom berlari keluar dan dalam beberapa menit ia kembali dengan tas
yang bertetes-teteskan air. "Lihat,nek," katanya.
"Tidak ada air di dalamnya."
"Benar," katanya.
"Tapi lihatlah betapa bersihnya tas itu sekarang. Anak-anak, tidak
pernah kamu ke gereja tanpa mendapatkan sesuatu yang baik, meskipun
kamu tidak mengetahuinya."