Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 18 April 2004, 20:54:38 GMT+7
========================
+++ ENGLISH LANGUAGE +++
========================


Dr. Arun Gandhi, grandson of Mahatma Gandhi and founder of the M.K. Gandhi
Institute for Nonviolence, in his June 9 lecture at the University of Puerto
Rico, shared the following story as an example of nonviolence in parenting:

"I was 16 years old and living with my parents at the institute my grandfather
had founded 18 miles outside of Durban, South Africa, in the middle of the sugar
plantations. We were deep in the country and had no neighbors, so my two sisters
and I would always look forward togoing to town to visit friends or go to the movies.
One day, my father asked me to drive him to town for an all-day conference, and I
jumped at the chance.

Since I was going to town, my mother gave me a list of groceries she needed and,
since I had all day in town, my father asked me to take care of several pending
chores, such as getting the car serviced. When I dropped my father off that morning,
he said, 'I will meet you here at 5:00 p.m., and we will go home together.'

After hurriedly completing my chores, I went straight to the nearest movie theatre.
I got so engrossed in a John Wayne double-feature that I forgot the time. It was
5:30 before I remembered. By the time I ran to the garage and got the car and hurried
to where my father was waiting for me, it was almost 6:00.

He anxiously asked me, 'Why are you late?' I was so ashamed of telling him I was
watching a John Wayne western movie that I said, 'The car wasn't ready, so I had
to wait,' not realizing that he had already called the garage.

When he caught me in the lie, he said: 'There's something wrong in the way I
brought you up that didn't give you the confidence to tell me the truth. In order
to figure out where I went wrong with you, I'm going to walk the walk home 18 miles
and think about it.'
So, dressed in his suit and dress shoes, he began to walk home in the dark on mostly
unpaved, unlit roads. I couldn't leave him, so for five-and-a-half hours I drove behind
him, watching my father go through this agony for a stupid lie that I uttered. I decided
then and there that I was never going to lie again.

I often think about that episode and wonder, if he had punished me the way we punish our
children, whether I would have learned a lesson at all. I don't think so. I would have
suffered the punishment and gone on doing the same thing. But this single nonviolent
action was so powerful that it is still as if it happened yesterday. That is the power
of nonviolence.

Copyright Dr. Arun Gandhi

More information from the M.K. Gandhi Institute for Nonviolence may
be found here.
http://www.gandhiinstitute.org/



========================
+++ BAHASA INDONESIA +++
========================


KEKUATAN TANPA-KEKERASAN

Dr. Arun Gandhi adalah cucu Mahatma Gandhi dan pendiri
Lembaga M.K. Gandhi untuk Tanpa-Kekerasan.

Pada tanggal 9 Juni ia memberikan ceramah di
Universitas Puerto Rico dan bercerita bagaimana memberikan
contoh tanpa-kekerasan yang dapat diterapkan di sebuah
keluarga.

Waktu itu saya masih berusia 16 tahun dan tinggal
bersama di orang tua di sebuah lembaga yang didirikan oleh
kakek saya, di tengah-tengah kebun tebu, 18 mil di luar
kota Durban, Afrika Selatan.
Kami tinggal jauh di pedalaman dan tidak memiliki
tetangga.
Tak heran bila saya dan dua saudara perempuan saya
sangat senang bila ada kesempatan pergi ke kota untuk
mengunjungi teman atau menonton bioskop.

Suatu hari, ayah meminta saya untuk mengantarkan
beliau ke kota untuk menghadiri konferensi sehari penuh.
Dan, saya sangat gembira dengan kesempatan itu.
Tahu bahwa saya akan pergi ke kota, ibu memberikan daftar
belanjaan yang ia perlukan.
Selain itu, ayah juga meminta saya untuk mengerjakan
beberapa pekerjaan yang lama tertunda, seperti memperbaiki
mobil di bengkel.

Pagi itu, setiba di tempat konferensi, ayah berkata,
"Ayah tunggu kau di sini jam 5 sore. Lalu kita akan pulang
ke rumah bersama-sama."

Segera saja saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan
yang diberikan oleh ayah saya. Kemudian, saya pergi ke
bioskop.
Wah, saya benar-benar terpikat dengan dua permainan
John Mayne sehingga lupa akan waktu. Begitu melihat jam
menunjukkan pukul 5:30, langsung saya berlari menunju bengkel
mobil dan terburu-buru menjemput ayah yang sudah menunggu
saya. Saat itu sudah hampir pukul 6:00.

Dengan gelisah ayah menanyai saya, "Kenapa kau
terlambat?"

Saya sangat malu untuk mengakui bahwa saya menonton
film John Wayne sehingga saya menjawab, "Tadi, mobilnya
belum siap sehingga saya harus menunggu."

Padahal, ternyata tanpa sepengetahuan saya, ayah telah
menelepon bengkel mobil itu.

Dan, kini ayah tahu kalau saya berbohong. Lalu ayah
berkata,
"Ada sesuatu yang salah dalam membesarkan kau sehingga
kautidak memiliki keberanian untuk menceritakan
kebenaran pada ayah. Untuk menghukum kesalahan ayah ini,
ayah akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sepanjang 18 mil
dan memikirkannya baik-baik."

Lalu, ayah dengan tetap mengenakan pakaian dan
sepatunya, ayah mulai berjalan kaki pulang ke rumah.

Padahal hari sudah gelap, sedangkan jalanan sama
sekali tidak rata. Saya tidak bisa meninggalkan ayah, maka
selama lima setengah jam, saya mengendarai mobil pelan-pelan
di belakang beliau, melihat penderitaan yang dialami oleh
ayah hanya karena kebohongan yang bodoh yang saya lakukan.

Sejak itu saja tidak pernah akan berbohong lagi.

Seringkali saya berpikir mengenai episode ini dan
merasa heran. Seandainya ayah menghukum saya
sebagaimana kita menghukum anak-anak kita maka
apakah saya akan mendapatkan sebuah pelajaran mengenai
tanpa-kekerasan ?
Saya kira tidak. Saya akan menderita atas hukuman itu
dan melakukan hal yang sama lagi.

Tetapi, hanya dengan satu tindakan tanpa-kekerasan
yang sangat luar biasa, sehingga saya merasa kejadian itu
baru saja terjadi kemarin. Itulah kekuatan
tanpa-kekerasan."

(diadaptasi dari "The Power Of Nonviolence", copyright
Dr. Arun Gandhi)

Informasi mengenai Institusi M.K. Gandhi untuk Tanpa Kekerasan dapat
dilihat pada http://www.gandhiinstitute.org/


 Back To Previous Page ...