Kepala Atau Hati?
Pembacaan Alkitab: Roma 8:5-11
5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
RENUNGAN
Cucu laki-laki kakakku senang diasuh kakeknya. Namun, kakek yang capek membujuknya untuk menyiapkan tempat tidur, meminta, "Tidakkah kamu ingin mematuhiku?"
Si anak muda, duduk di antara mainannya, menjawab sedih, "Aku ingin, tetapi kepalaku tidak ingin."
Jawaban anak itu mengungkapkan masalah yang bisa juga bagi orang dewasa. Kita ingin sesuatu gagasan swalayan untuk memasuki kepala kita saat kita tahu di dalam hati kita cara yang lebih baik. Rasul Paulus mengakui pergumulannya dengan dilemma yang sama saat dia mengalami kesedihan. "Apa yang aku benci aku lakukan." Paulus terus mengatakan bahwa, sebagai orang-orang beriman, "tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu." [Tetapi kamu tidak hidup di dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus." – Roma 8:9].
Aku sampai pada kesadaran bahwa bentuk konflik batin semacam ini mungkin merupakan undangan untuk melepaskan cara-cara kepala batu dan memberikan ruang bagi Roh Kudus untuk bertindak. Saat kita membiarkan cinta Tuhan mengarahkan kita, kita akan mencapai konflik kita berakhir. Dan, kita dapat memiliki damai Tuhan di dalamnya.
Doa: Bapa Surgawi, tolong kami mengenali perangkap godaan-godaan yang menarik, agar bisa menghindari godaan-godaan itu dan memanggil Yesus, lalu mengikut bimbingan Roh Kudus-Nya. Amin.
Pokok pikiran: Kehendak Allah: "Apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." [Roma 12:2]
Doa syafaat: Seseorang yang hendak berjuang mentaati Allah.
SUMBER
Hazel Keenan Schrum (Ontario, Kanada)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Back To Previous Page ...