Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 24 October 2001, 14:21:56 GMT+7
Surat Dari Allah
================

Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau
akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta
pendapatKu atau bersyukur kepadaKu atas sesuatu hal indah yang
terjadi didalam hidupmu kemarin, tetapi aku melihat engkau begitu
sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.

Aku kembali menanti. Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada
sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau
terlalu sibuk. Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama
lima belas menit tanpa melakukan apapun.

Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau
ingin berbicara kepadaKu tetapi engkau berlari ke telepon dan
menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan
sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau
terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu. Sebelum makan
siang Aku melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau merasa
malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak
menundukkan kepalamu.

Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa
temanmu berbicara kepadaKu dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi
engkau tidak melakukannya. Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang
tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu, meskipun
saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang
harus kau kerjakan.

Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau
menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi
atau tidak, hanya saja engkau selalu kesana dan menghabiskan banyak
waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun hanya menikmati
acara yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikamati
makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKu.

Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat
malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak
lama kemudian. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa
Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin
mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat
mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran
atau syukur dari hatimu.

Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali Aku akan menanti dengan
penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu. Semoga
harimu menyenangkan.

Bapamu,

ALLAH JEHOVA


 Back To Previous Page ...