Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 13 February 2011, 18:18:05 GMT+7

LIFE IS BEAUTIFUL



"Hidup itu sulit," demikian tutur seorang psikiater, M. Scott Peck, dalam bukunya The Road Less Travelled. Mungkin bukan hanya beliau yang berpendapat seperti itu, bisa jadi salah satu di antara kita juga berpikir demikian. Memang cara pandang orang berbeda-beda dalam menilai hidup. Namun, sesungguhnya siapakah yang membuat hidup itu menjadi sulit?

Simak cerita berikut ini:

Di mata seorang wanita tua, hidup begitu menyedihkan. Wanita ini menangis di kala hujan maupun panas. Seorang lelaku merasa iba dan bertanya, "Mengapa ibu menangis?" Wanita itu menjawab, "Aku punya dua puteri, yang Sulung menjual sepatu kain dan yang bungsu menjual payung. Bila hujan turun, aku sedih memikirkan puteri sulungku yang sepatu kainnya tak laku. Sebaliknya bila hari panas, aku sedih memikirkan puteri bungsuku yang payungnya tidak laku."

Mendengar itu lelaki tadi berkata, "Sekarang coba pikirkan yang sebaliknya. Kalau hujan turun pikirkan puteri bungsumu, pasti payungnya banyak terjual. Sebaliknya kalau cuaca cerah pikirkan puteri sulungmu, bukankah sepatu kainnya akan laku keras?"

Wanita itu mendengarkan nasihat itu dengan sungguh-sungguh dan sejak itu Ia tidak pernah menangis lagi. Ia selalu bersyukur dan tersenyum setiap saat.

Wanita tua menjadi lebih bersyukur dan bahagia hanya dengan menggeser sedikit pandangannya. Hidupnya menjadi terasa indah dan bermakna. dan memang kenyataannya hidup yang dianugerahkan Allah adalah sesuatu yang INDAH. Namun, tak banyak orang mengakui dan menyadarinya. Keindahan hidup tidaklah tergantung pada apa dan seberapa banyak yang dimiliki, tetapi dari CARA Kita MELIHAT, dari JENDELA yang Kita gunakan untuk melihat Dunia. Jika dirimu merasa kurang bahagia, pasti ada yang salah dengan "jendela"-mu. Solusinya sederhana saja, bersihkan jendela tersebut dan Ubahlah posisinya menjadi lebih baik. Tentu kehidupan yang indah, bahagia dapat dirasakan.

Ada 5 cara yang patut dipertimbangkan dalam membantu mengubah isi "jendela" menjadi lebih baik.

Pertama, Kita harus mengubah cara pandang terhadap MASALAH. Jika biasanya Kita mengeluh setiap berhadapan dengan masalah, kini saatnya untuk BERSYUKUR. Karena masalah menunjukkan bahwa Kita adalah manusia yang Hidup. Pandanglah masalah sebagai suatu peluang untuk maju dan berkembang. David Brinkley, seorang jurnalis Amerika Serikat pernah mengatakan bahwa Orang sukses adalah orang yang dapat membangun fondasi dari batu-batu yang dilemparkan orang lain kepadanya. Luar biasa!

Kedua, Kita harus menyadari bahwa sesungguhnya beberapa masalah yang sering membuat Kita menjadi sedih, pusing, dan putus ASA hanyalah masalah Kecil saja. Setahun kemudian Kita mungkin tak akan mengingat masalah itu lagi. Hanya segelintir masalahlah yang merupakan masalah besar yang perlu Benar-benar Kita perhatikan.

Ketiga, untuk mengetahui mana persoalan besar dan mana persoalan kecil dalam hidup Kita, luangkanlah waktu untuk berpikir dan menemukan "Apa yang Paling Penting". Hal ini menarik karena semua masalah akan tampak penting dan akibatnya sebuah masalah kecil pun membuat Kita kebakaran jenggot. Buatlah semuanya menjadi tampak sederhana.

Keempat, Kita perlu mengubah pandangan mengenai target dan hasil. Hasil adalah urusan Allah dan manusia hanya dapat berusaha sekuat tenaga. Usaha ada di dalam kontrol Kita dan hasil sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah. Oleh karena itu, hal yang perlu Kita pikirkan adalah USAHA. Memikirkan hasil hanya akan membuat stress dan perasaan tertekan muncul karena semua itu berada di luar kuasa Kita. Sukses terletak dalam kerja (proses), bukan dalam perolehan. Sukses terletak dalam usaha bukan dalam Kemenangan.

Kelima, ubahlah cara pandang mengenai efektivitas dan efisiensi. Banyak Orang mengartikan efektivitas dan efisiensi adalah melakukan berbagai Tugas sekaligus. Padahal untuk bisa menikmati pekerjaan atau hidup, Kita justru harus melakukan tugas satu persatu dengan penuh kesadaran, istilahnya adalah "menikmati". Hidup yang nikmat adalah hidup yang dijalani dengan penuh kesadaran, dari waktu ke waktu. Dengan demikian setiap tarikan nafas yang Kita lakukan akan terasa begitu indah.

Sekali lagi, untuk dapat menikmati keindahan hidup, jendela yang digunakan untuk melihat dunia harus benar-benar bersih. Untuk itu diperlukan Kualitas hati yang baik untuk membuat jendela tersebut menjadi bersih. So, Hidup itu indah, jika Kita membuatnya indah...



If you want small changes, work on your behavior, but if you want Quantum-leap changes, work on paradigm.
Jika kamu menginginkan perubahan yang kecil dalam hidupmu, garaplah Perilakumu, tetapi jika kamu menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigmamu. (Stephen Covey)


Ajarlah kami menghitung Hari-Hari kami sedemikian, hingga kami beroleh Hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah Di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1 Tesalonika 5:18)




SOURCE:
(Disadur dari buku Life is Beautiful, Sebuah Jendela untuk Melihat Dunia Karya Arvan Pradiansyah)


 Back To Previous Page ...