Mantapnya Percaya
Pada suatu hari, seorang kepala suku Indian yang sudah bertobat ditanya oleh salah seorang sahabatnya,"Mengapa kamu selalu membicarakan dan menyebut Tuhan Yesus?", Pertanyaan yang diajukan itu tidak cepat dijawab, tetapi dengan tenang diambilnya ranting-ranting kecil dan rumput kering, lalu dibuat lingkaran.
Di tengah-tengahnya diletakkan seekor ulat. Selanjutnya ranting-ranting kecil dan rumput kering yang ditata melingkar itu dibakar dengan api dari korek api. Dengan mudah ranting dan rumput kering itu terbakar. Ketika merasakan panas, ulat yang ada di tengah-tengahnya hanya polat-polet, tetapi setelah apinya semakin besar, panasnya semakin bertambah, ulat itu berusaha mengangkat kepala di atas badannya.
Sang kepala suku Indian kemudian mengulurkan jari tangannya didekatkan ke ulat yang tiada berdaya tanpa pengharapan. Cepat-cepat ulat itu merambat naik dengan selamat. "Seperti itulah yang dilakukan Tuhan Yesus, ketika saya tidak berdaya, berada di tengah-tengah bahaya, saya berseru memohon pertolongan kepadaNya. Dia mendengarakan saya dan memberi pertolongan," kata sang kepala suku Indian memberikan penjelasan.
Apakah yang menjadi sandaran dan andalan manusia yang berada di tengah-tengah kesulitan, bahaya, penyakit dan segala penderitaannya? Jawabnya hanya satu, berserah penuh pada kuasa Yesus. Dia senantiasa mengulurkan tangan kasihNya member jalan keluar dan pertolongan kepada kita. Tentunya hari ini kita pun dihadapkan dengan berbagai tantangan hidup. Bagaimana kita harus menghadapi? Mengandalkan dan berserah penuh kepadaNya.
"Berserulah kepadaKu pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau dan engkau akan memuliakan Aku." ( Maz. 50 :15 )
Back To Previous Page ...