Masih Dekat (Still Close By)
Bacaan Alkitab
KERINDUAN KEPADA ALLAH
(untuk Pemimpin biduan. Nyanyian Pengajaran bani Korah)
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair,
demikianlah jiwaku merindukan Engkau,
ya Allah.
Jiwaku haus kepada Allah,
kepada Allah yang hidup.
Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Air mataku menjadi makananku siang dan malam,
karena sepanjang hari orang berkata kepadaku,
"Di mana Allahmu?"
Inilah yang hendak kuingat,
sementara jiwaku gundah gulana;
bagaimana aku berjalan maju
dalam kepadatan manusia,
mendahului mereka melangkah ke rumah Allah
dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur,
dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,
dan gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah!
Sebab aku akan bersyukur lagi
kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Jiwaku tertekan dalam diriku,
sebab itu aku teringat kepada-Mu
dari tanah sungai Yordan
dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
Samudera raya berpanggil-panggilan
dengan deru air terjun-Mu;
segala gelora dan gelombang-Mu
bergulung melingkupi aku.
TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari,
dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian,
suatu doa kepada Allah kehidupanku.
Aku berkata kepada Allah, gunung batuku:
"Mengapa Engkau melupakan aku?
Mengapa aku harus hidup berkabung
di bawah impitan musuh?"
Seperti tikaman maut ke dalam tulangku
lawanku mencela aku,
sambil berkata kepadaku sepanjang hari:
"Di mana Allahmu?"
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,
dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah!
Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya,
penolongku dan Allahku!
-Mazmur 42
Ayat Renungan:
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 42:6)
RENUNGAN
Selama penyembuhan dari serangan jantung, aku mendapati diriku tidak lagi dapat berkonsentrasi dalam percakapan membaca buku, atau menonton televisi lebih dari 15 menit. Aku jadi pemurung, mudah sedih, dan menangis. Depresi ini menjadi masalah besar. Satu pemikiranku: Orang Kristen tidak seharusnya merasa depresi. Orang Kristen seharusnya memiliki kehidupan yang berlimpah! Dalam perasan depresi aku beralih pada pembacaan Alkitab.
Mazmur 42 ditulis oleh seorang yang depresi. Mazmur ini menjabarkan secara puitis perasaan yang sama seperti yang kualami. Baik Pemazmur dan aku, berteriak memohon kepada Tuhan dan merasa hampa, hidup dalam kenangan akan masa lampau dan ingin merasakan kuasa Allah dalam hidup kami lagi.
Pemazmur menyimpulkan, "Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!" Saat membaca ayat itu aku berpikir, "Hanya itukah yang dibutuhkan? Itukah jawabannya?" Terlalu sederhana. Walaupun demikian, aku mulai memuji Allah lagi. Aku mempelajari, bahkan saat kita merasa Allah meninggalkan kita, Dia masih berada di dekat kita, mengasihi, dan menjaga kita.
Doa:
Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Pada hari ini, tolong aku mengucap syukur kepada-Mu dalam segala hal. Amin.
Pokok pikiran:
Tidak ada yang merampas nilai yang Allah berikan kepada kita.
Doa syafaat:
Mereka yang mengalami depresi.
SUMBER:
Richard Parker (Alabama,USA)
Saat Teduh : Kamis, 8 Januari 2009
Saat Teduh BPK Gunung Mulia - Jakarta – Indonesia
Back To Previous Page ...