Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 31 August 2008, 23:59:12 GMT+7

Memperluas Pandangan



(Yeremia 29:4-11)


Ayahku selalu membawa kameranya kemana pun ia pergi. Baginya, bahkan berjalan kaki di sekitar rumah pun dapat menjadi kesempatan untuk memotret. Tahun-tahun berlalu, keluarga kami bertambah dengan kedatangan menantu, anak-anak dan cucu-cucu, Ayah memperluas pandangan dalam kamera agar semua orang bisa muat dalam foto itu.

Dengan memperhatikan ayah, aku telah mempelajari suatu hal penting. Untuk menolong kami mempertahankan sudut pandang atas situasi yang kami hadapi, aku dan istriku menerapkan konsep memperluas pandangan. Saat keuangan menipis, orang yang kami kasihi sakit, atau sebuah konflik terjadi, sejenak kami beralih dari sudut pandang kami yang terbatas ke sudut pandang Allah yang lebih luas. Inilah cara praktis untuk meningkatkan sukacita dan mengurangi rasa takut.

Terlalu memusatkan pandangan pada sebuah masalah, akan membuatnya tampak besar sehingga kita kewalahan. Allah tidak menghendaki kita hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, Ia menghendaki kita mengalami kehidupan yang berkelimpahan. Saat kita merasa digerogoti suatu situasi, kita dapat "memperluas pandangan".

Doa: Tolonglah kami, ya Bapa, untuk memandang kehidupan kami setiap hari seperti yang Engkau lakukan, untuk mempercayai kasih-Mu kepada kami, dan mengalami sukacita. Amin.
Pokok Pikiran: Masalah-masalah yang datang tidak terlalu menyusahkan ketika kita mengambil pandangan Allah yang luas.
Doa Syafaat: Agar iman kita dapat melihat seperti cara Allah melihat.

Kevin Heffernan (California)


 Back To Previous Page ...