Menanam Tomat
Pembacaan Alkitab: 1 Korintus 3:5-9
3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah itu menunjujkkan, bahwa kamu manusia duniawi dan kamu hidup secara manusiawi?
4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari gologan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Aplos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberika Tuhan kepadanya.
6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yeng memberi pertumbuhan.
8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalahsama;dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
RENUNGAN
Ayahku senang bertanam sayur-sayuran, khususnya tomat. Namun, karena ia bekerja di kemiliteran, kami harus berpindah tempat setiap tiga tahun. Meskipun tahun bahwa kami akan pindah, ayah tetap menanam dan merawat kebun, dan dengan tersenyum berkata, "Aku menanam tomat untuk dipetik seseorang."
Kata-kata ayah sering terngiang di telingaku saat aku merasa pekerjaanku bagi Allah tidak memberi hasil. Aku tidak pernah menolong seseorang menemukan Allah dalam satu kali pertemuan, juga tidak pernah membimbing seorang Kristen yang meninggalkan Allah untuk kembali kepada-Nya hanya dalam satu kali percakapan. Sebetulnya, kebanyakan yang aku kerjakan bagi Allah mungkin tidak menghasilkan buah di sepanjang hidupku.
Setiap tindakan yang aku lakukan bagi Allah mendorong seseorang untuk mendekat dengan anugerah-Nya, tetapi tidak sekali proses. Dalam beberapa peristiwa aku justru hadir saat seseorang untuk pertama kalinya menemukan Allah atau kesehatan rohaninya diperbaharui. Itu merupakan peristiwa terakhir dari rangkaian panjang kejadian di jalan hidup orang itu.
Allah memanggil kita untuk bekerja di ladang-Nya. Kita dapat menanam atau menyiram, tidak peduli apakah kita akan menikmati hasilnya.
Doa: Tuhan, tolong kami untuk mengasihi dan bersaksi, dan mempercayakan hasilnya kepada-Mu. Amin.
Pokok pikiran: Allah memakai pekerjaan kita, meskipun kita tidak pernah melihat hasilnya.
Doa syafaat: Keluarga tentara.
SOURCE:
Jim Playford (Kansas, Amerika Serikat)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Back To Previous Page ...