Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 10 May 2009, 14:31:05 GMT+7

Mendengar Bisikan



Pembacaan Alkitab: 1 Raja-raja 19:1-13

Elia ke Gunung Horeb
1 Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang, 2 maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Baginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu." 3 Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.

4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku." 5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!" 6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.

7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyembah dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu." 8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia dapat berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakin gunung Horeb.

Allah menyatakan diri di Gunung Horeb

9 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermala mdi situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, Elia?" 10 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku."

11 Lalu firman-Nya: "Keluarkah dan berdirilah di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu. Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tidak ada TUHAN dalam gempa itu. 12 Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah angin sepoi-sepoi basa.

13 Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubugi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi keluar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"


RENUNGAN

Seperti kebanyakan orang, aku telah mengalami kelelahan, patah semangat, dan depresi. Pada saat semacam itu, Allah mendorongku untuk tetap melintasi belantara rohani yang dapat diciptakan oleh perasaan gundah itu. Allah telah bermurah hati menguatkanku dengan menyediakan makanan dan minuman rohani, memberi teman-teman yang mendukung jalan hidupku, dan pasal penuh kuasa dari Alkitab. Saat aku merasa paling rapuh, sebenarnya aku lebih terbuka dan menerima Allah.

Seperti Elia, kita biasanya berharap melihat Allah dalam gambaran sebagai angin, gempa bumi, dan api yang mempengaruhi hidup kita. Kejadian besar dan kecil dapat jelas mengungkapkan karya Allah di dalam dan di luar kita. Namun sering kali, Allah berbicara dengan suara lirih.

Terus menulis jurnal rohani telah menolongku membedakan hal itu. Mengenang lagi lima tahun lalu, aku menemukan bahwa aku tengah berjuang dengan kehidupan doaku. Aku mencoba berbagai metode doa, tetapi selalu merasa aku seperti berbicara sendiri. Seperti Elia, kita dapat sangat tekun kepada Allah, tetapi masih tidak mampu mendengar dan mengerti suara-Nya. Daripada datang dengan banjiran kata-kata, kita dapat duduk di kaki Allah, dengan penuh perhatian mendengarkan "suara lirih yang tenang".


Doa: Allah, bantulah kami untuk menjadi terbuka meskipun pada masa-masa sulit. Amin.

Pokok pikiran: Bagaimana aku dapat mendengar lebih baik bisikan Allah?

Doa syafaat: Mereka yang menunggu untuk mendengar Allah.


SUMBER
Sue Mccoulough (Middlesex, England)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia


 Back To Previous Page ...