MENGATASI KEPAHITAN
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan Baling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. (Ef. 4:32)
Setelah membabat semak belukar besar yang turnbuh liar di belakang rumah baru kami, aku menghadapi tantangan berat lainnya. Turnbuhan merambat, yang tumbuh sangat cepat, telah melilit batang dan ranting serta mengisap makanan dari pohon maple dan pinus. Meskipun sulurnya telah kupotong sampai ke tanah, tumbuhan ini tetap terus merambat. Aku belajar, kalau tidak dicabut sampai ke akar-akarnya, tumbuhan ini akan tetap tumbuh kembali.
Pengalaman ini mengingatkan aku pada apa yang dapat dilakukan kepahitan dalam hidup kita. Dijahati orang atau diperlakukan tidak adil dapat menimbulkan dendam dan amarah yang terpendam. Ketika kita membawa luka kepada Kristus, kita menggali akar-akar kepahitan sehingga kepahitan itu tidak dapat tumbuh dan menggerogoti sukacita dan damai sejahtera kita. Ibrani 12:15 berkata, "Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang." Ketika kita berusaha mengampuni sebagai mana kita diampuni, akar kepahitan tidak akan tumbuh di hati dan kita akan menghasilkan buah damai sejahtera di dalam Yesus Kristus.
Doa: Allah terkasih, tolonglah kami menjadi pribadi yang Engkau kehendaki, dan bebaskanlah kami dari akar kepahitan. Dalam nama Kristus, Sang Pangeran perdamaian. Amin.
Pokok Pikiran: Kepahitan apa yang masih ada dalam hidupku?
Doa Syafaat: Mereka yang tumbuh dalam kepahitan.
HARMEN HEEG (FLORIDA)
Sumber:
Saat Teduh, 8 Agustus 2008
Back To Previous Page ...