Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 05 April 2009, 14:17:44 GMT+7

Menyembunyikan Fakta



Pembacaan Alkitab: Yohanes 3:13-19, 28-30
13Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 14Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 16Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 18Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 19Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 28Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya. 29Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. 30Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.


RENUNGAN
Ada sebuah cerita humor. Sebuah stasiun radio melaporkan hasil pertandingan kejuaraan balap mobil internasional. "Pembalap Indonesia berhasil menempati posisi kedua, sementara juara pertama dimenangkan oleh Amerika Serikat," seru sang reporter dengan bangga. Semua orang kagum. Di tingkat internasional, bukankah menjadi juara kedua sudah merupakan prestasi besar? Nanti dulu. Ada satu fakta yang tidak disebutkan oleh sang reporter. Pertandingan itu hanya diikuti oleh dua negara!

Orang bisa saja berkata benar tetapi tidak mengatakan apa yang sebenarnya. Sebuah fakta yang kita sembunyikan bisa membuat orang menangkap kesan yang keliru. Ketika Yesus meminta perempuan Samaria memanggil suaminya, si perempuan menjawab: "Aku tidak bersuami." Dari jawaban ini muncul kesan bahwa ia belum pernah menikah. Padahal ia sudah mempunyai lima suami dan masih hidup di luar nikah bersama seorang lelaki! Yesus menjawab, "Dalam hal ini engkau berkata benar," tetapi segera Dia membeberkan kondisi sebenarnya. Si perempuan Samaria pasti merasa kaget dan malu. Kartunya terbongkar. Sadarlah ia bahwa Yesus tidak bisa dibohongi. Percuma saja menyembunyikan fakta, sebab Yesus bisa "mengatakan segala sesuatu yang telah kuperbuat" (ayat 29).

Apakah Anda sering menutup-nutupi kenyataan, demi menciptakan kesan baik di mata orang? Kita dipanggil bukan hanya untuk berkata benar, tetapi mengatakan kebenaran sejati. Kita tidak perlu berkata bohong untuk menipu bahkan menyesatkan orang. Cukup dengan tidak mengatakan apa yang seharusnya kita katakan -JTI


DIAM DI SAAT YANG TEPAT MENYEHATKAN
DIAM DI SAAT YANG SALAH MENYESATKAN



 Back To Previous Page ...