Obat Mujarab
Pembacaan Alkitab: Matius 27:45-55
45Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. 46Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?"* Artinya: /Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 47Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia." 48Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. 49Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia." 50Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. 51Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, 52dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. 53Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. 54Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." 55Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
RENUNGAN
Apa persamaan dan perbedaan antara penyakit demam berdarah dan flu burung? Persamaannya adalah jika tidak segera diobati, keduanya dapat membawa kematian bagi si penderita. Perbedaannya, demam berdarah sudah ada obatnya, sedangkan flu burung belum ada obatnya. Berdasarkan perbedaan tersebut, maka orang cenderung merasa "lebih tenang" jika terserang demam berdarah dibanding jika terserang flu burung. Padahal dulu ketika obat demam berdarah belum ditemukan, di mana-mana orang sangat takut terhadap penyakit ini. Ya, demam berdarah tetaplah sebuah penyakit yang mematikan. Kenyataan ini tidak berubah. Hanya, pada zaman sekarang para ahli sudah menemukan obat untuk penyakit ini.
Demikian juga dengan dosa. Pada kenyataannya, dosa adalah penyakit rohani yang mematikan karena akan membawa si penderita masuk kepada hukuman kekal. Buktinya dapat dilihat pada waktu Tuhan Yesus menanggung dosa manusia di atas kayu salib. Dosa telah membuat Dia ditinggalkan oleh Allah Bapa (ayat 46). Dan, hukuman ini jauh lebih berat dibanding hukuman salib itu sendiri. Akan tetapi, syukur kepada Allah karena dari peristiwa salib itulah kita menemukan "obat paling manjur" yang dapat menghapuskan dosa kita.
Kedua, walaupun "obat" penghapus dosa sudah ditemukan di dalam Kristus, bukan berarti kita boleh tetap merasa tenang jika berbuat dosa. Sebab pada esensinya dosa tetaplah penyakit rohani yang serius di mata Allah. Penyakit rohani yang harus segera dibereskan sebelum terlambat. Kiranya setiap kita menikmati ampuhnya "obat" dari Kristus itu —RY
INGAT, UPAH DOSA ADALAH MAUT
TETAPI DARAH KRISTUS ADALAH PENGHAPUSNYA
Back To Previous Page ...